September 8, 2010 at 3:28 am Tinggalkan komentar

Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa

oleh : Machfud Herman S

1. Pendahuluan

Layanan konseling kelompok pada hakekatnya adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan konselor, dimana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan segala tujuan hidup serta untuk belajar perilaku tertentu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya (Winkel, 2004)

Menurut Kartini Kartono (2002) penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, prasangka, depresi, kemarahan dan lain-lain emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis.

Layanan konseling kelompok merupakan upaya bantuan untuk dapat memecahkan masalah siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik maka anggota kelompok akan saling menolong, menerima dan berempati dengan tulus. Konseling kelompok merupakan wahana untuk menambah penerimaan diri dan orang lain, menemukan alternatif cara penyelesaian masalah dan mengambil keputusan yang tepat dari konflik yang dialamimya dan untuk meningkatkan tujuan diri, otonomi dan rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. Dengan  demikian konseling kelompok memberikan kontribusi yang penting dalam meningkatkan penyesuaian diri, apalagi masalah penyesuaian diri merupakan masalah yang banyak dialami oleh siswa sehingga untukmengefisiensikan waktu konseling kelompok dimungkinkan lebih efektif dibandingkan layanan konseling individual.

(lagi…)

Mei 4, 2010 at 12:01 pm 2 komentar

Mengefektifkan Layanan Bimbingan Konseling

oleh : Machfud Herman S

1. Kerancuan Peran Bimbingan Konseling di Sekolah

Peran konselor/guru bimbingan dan konseling sering di reduksi di sekolah. BK ditempatkan dalam konteks disipliner siswa: memanggil, memarahi, menghukum adalah proses klasik label bimbingan konseling di banyak sekolah sehingga guru bimbingan dan konseling sering diposisikan sebagai “musuh” bagi siswa bermasalah atau yg nakal.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengharuskan sekolah untuk mengalokasikan 2 (dua) jam pelajaran per minggu bagi pelajaran pengembangan diri. Hal ini berati di setiap sekolaingan  paling tidak harus dialokasikan 2 jam pelajaran bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan bimbingan secara klasikal. Namun dalam praktiknya, beberapa sekolah bahkan meniadakan jam khusus untuk layanan bimbingan klasikal kepada siswa. Layanan bimbingan klasikal biasanya dilakukan apabila ada guru yang berhalangan hadir dan jam pelajaran ini dimanfaatkan bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan layanan bimbingan kelompok/klasikal.

Kebijakan meniadakan jam bimbingan kelompok/klasikal ini mengakibatkan fungsi pengembangan kemampuan siswa, fungsi pencegahan dan fungsi pemeliharaan bimbingan dan konseling dalam aspek perkembangan personal edukasional dan karir tidak dapat dijalankan secara utuh. Ketidak mengertian dan prasangka manajemen sekolah bahwa bimbingan dan konseling hanya membuang-buang waktu dan tidak memberikan sumbangan yang berarti pada perkembangan siswa menyebabkan sulitnya mendapatkan dukungan sekolah terdadap program bimbingan dan konseling.Bimbingan konseling baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Bisa dihitung dengan jari, berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. Tidak jarang dijumpai, ruang bimbingan konseling sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai), atau ruang sempit di pojok dekat gudang dan toilet

Tantangan utama bimbingan konseling justru datang dari faktorinstrinsik sekolah sendiri. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan guru-guru bimbingan konseling. Ada kekhawatiran konselor memakan “gaji buta”. Akibatnya, mesti disampiri tugas mengajar keterampilan, sejarah, jaga kantin, mengurus koprasi, perpustakaan, atau honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas yang dianggapnya penganggur terselubung.

(lagi…)

April 21, 2010 at 10:46 am Tinggalkan komentar

SMK Bansari Masuk 4 Besar Lomba Mapel SMK Kab. Temanggung

Meski belum dapat meraih predikat juara, namun hasil Lomba Mata Pelajaran Siswa SMK  Tahun 2010 sungguh membanggakan bagi civitas academika SMK Negeri 1 Bansari. Berdasarkan rekap  hasil lengkap Lomba Mata Pelajaran Siswa SMK  Kabupaten Temanggung menunjukan bahwa ternyata siswa SMK Bansari mampu bersaing dengan siswa SMK  lain di Kabupaten Temanggung, bahkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika Teknik, siswa SMK Bansari menempati peringkat 4 dan peringkat 6 mengalahkan SMK  lain yang sudah mapan.

Even yang diadakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung  ini sudah dilaksanakan sejak 3 (tiga) tahun lalu, sehingga tahun ini merupakan pelaksanaan lomba yang ke 4. Meski lomba ini tidak sebesar dan semeriah Lomba Ketrampilanm Siswa (LKS) , namun lomba mata pelajaran ini dapat menjadi ukuran bagi keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar disekolah masing-masing.

(lagi…)

April 13, 2010 at 2:43 pm 2 komentar

Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kesulitan Pemilihan Karir Siswa di Sekolah

oleh : Machfud Herman S

A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling

Banyak orang yang mengatakan bahwa bimbingan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Pendapat tersebut dapat dikatakan benar jika ditinjau dari segi bahasa secara umum yaitu memberikan bantuan, namun memberikan bantuan bukanlah berarti bimbingan. Seperti salah satu contohnya adalah seorang guru membantu kesulitan anak dalam menjawab salah satu soal yang sedang dikerjakan siswa. Perlakuan guru tersebut dikatakan memberikan bantuan tetapi bukan merupakan bimbingan. Untuk lebih jelasnya dibawah ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli:

Menurut Slameto bahwa bimbingan adalah:  “Proses memberikan bantuan kepada siswa agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman yang benar akan diri pribadinya dan akan dunia disekitarnya, mengambil keputusan untuk melangkah maju secara optimal dalam perkembangannya dan dapat menolong dirinya sendiri menghadapi serta memecahkan masalah-masalahnya, semuanya demi tercapainya penyesuaian yang sehat dan demi kemajuan dan kesejahteraan mentalnya”

Sedangkan Konseling diartikan:

“Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.

(lagi…)

April 13, 2010 at 12:45 pm 4 komentar

Pemanfaatan TI dalam Kegiatan Belajar Mengajar

oleh : Machfud Herman S

  1. Pendahuluan

John Naisbit, penulis buku Megatrend 2000, mengatakan bahwa saat ini kita telah memasuki gelombang ketiga, yakni perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi  telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan ini? Kalau diibaratkan teknologi informasi itu adalah arus badai, maka sekurang-kurangnya ada tiga sikap dalam menghadapi perubahan teknologi informasi. Pilihan pertama membangun dinding yang kokoh agar tidak terkena badai tersebut, pilihan kedua berdiam diri dan membiarkan diri kita terbawa arus, pilihan ketiga memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi. Pilihan manakah yang kita ambil? Tentu terpulang kepada diri kita masing-masing, Namun demikian, pasti kita sepakat bahwa pilhan terbaik adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi.

Kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi (selanjutnya disebut TI) telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara menjadi tiada dan negara-negara di dunia terhubungkan menjadi satu kesatuan yang disebut global village atau desa dunia. Melalui Pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja, di mana saja,dan kapan saja dikehendaki.

(lagi…)

Februari 21, 2010 at 1:19 pm 2 komentar

Manajemen Bimbingan Konseling

by : Machfud Herman S

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial), sedangkan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya (Slameto, 2010).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengharuskan sekolah untuk mengalokasikan 2 (dua) jam pelajaran per minggu bagi pelajaran pengembangan diri. Hal ini berati di setiap sekolah paling tidak harus dialokasikan 2 jam pelajaran bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan bimbingan secara klasikal. Namun dalam praktiknya, beberapa sekolah bahkan meniadakan jam khusus untuk layanan bimbingan klasikal kepada siswa. Layanan bimbingan klasikal biasanya dilakukan apabila ada guru yang berhalangan hadir dan jam pelajaran ini dimanfaatkan bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan layanan bimbingan kelompok/klasikal.

(lagi…)

Februari 3, 2010 at 10:27 pm 2 komentar

Selamat Datang Televisi Digital

Bulan September ini, Pemerintah Indonesia mulai memasyarakatkan rencana penyelenggaraan televisi digital dengan melibatkan 1.500 orang dari 33 provinsi. Mereka berasal dari lembaga penyiaran, institusi terkait, dan masyarkat pemirsa
televisi. Siapkah Anda dengan televisi digital?

TELEVISI Republik Indonesia (TVRI) telah melakukan soft launching siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada 13 Agustus lalu. Ini merupakan masa percobaan televisi digital, yang akan ’’menggusur’’ keberadaan televisi analog.

Ya, era televisi analog bakal benar-benar ditinggalkan. Menkominfo pun menargetkan siaran digital dapat dilakukan secara penuh di seluruh Indonesia mulai tahun 2011, atau paling lambat 2012.

Apa sih yang dimaksud dengan televisi digital? TV digital adalah sebuah teknologi yang diterapkan pada sinyal siaran televisi. Selama ini, sinyal yang ditangkap televisi adalah sinyal analog.

Jadi yang digital bukanlah pesawat televisinya, melainkan sinyal yang mengantarkan program atau siaran yang selama ini kita tonton di televisi, yang diubah dari sinyal analog menjadi sinyal digital.

Migrasi dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dimulai di sejumlah negara maju, beberapa tahun lalu. Di Jerman, misalnya, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak 2003 di Berlin dan 2005 di Muenchen.

Saat ini hampir di seluruh kota besar di Jerman menyiarkan siaran TV digital. Prancis dan Inggris bahkan sudah mulai menghentikan total siaran TV analog.
Di Amerika Serikat, proyek siaran TV digital yang dimulai tahun ini pun memerlukan mandat dari Kongres. Jepang memulai siaran TV digital massal pada 2011.

Banyak Kelebihan

Siapkah masyarakat Indonesia menyongsong era televisi digital? Sebenarnya tidak ada yang perlu kita khawatirkan dengan kehadiran teknologi baru ini. Kehadirannya justru memberikan banyak kelebihan dan keuntungan bagi pelanggan.

Apa saja keunggulannya? Dibandingkan dengan sinyal analog, sinyal digital dapat menghasilkan gambar yang lebih halus dan tajam. Desain dan implementasi sistem ini terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar.
TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Untuk itulah diperlukan kanal dengan laju tinggi.

Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, meski pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, sistem ini juga bisa mengurangi efek noise secara drastis, kemudahan untuk diperbaiki (recovery) pada penerima dengan kode koreksi error (error correction code), serta dapat mengurangi efek doppler akibat pergerakan di TV yang bergerak seperti di mobil, bus, kereta atau telepon selular.

Keunggulan lainnya, sinyal digital ini dapat menampung program atau siaran dalam satu kemasan. Sebab, sifat sinyal digital yang less bandwith atau irit pemakaian bandwith.

Dengan gambar yang halus dan tajam, suara jernih, serta ketahanannya terhadap gerakan, televisi digital akan membuat orang makin nyaman menonton televisi.

Frekuensi

Secara teknik pita, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital adalah 1 : 6. Jadi, jika teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama (tapi menggunakan teknik multiplek) dapat memancarkan 6 – 8 kanal transmisi sekaligus, dengan program yang berbeda.

Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital juga ditunjang sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama, sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Produksi peralatan pengolah gambar yang baru adalah dengan menggunakan format digital.

Mungkin hal yang sedikit memberatkan bagi masyarakat adalah pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital. Mau tidak mau diperlukan pesawat TV digital yang baru. Jika mau lebih hemat, gunakan saja TV lama, tetapi diperlukan alat tambahan (Set Top Box) baru yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog.

Jangan khawatir, harga peranti tambahan ini relatif terjangkau, sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000. Jika rencana pemerintah untuk migrasi ke penyiaran digital untuk skala nasional terealisasi, pasti produk-produk Set Top Box akan menjadi lebih murah karena akan diproduksi secara massal.

Proses Transisi

Proses perpindahan dari teknologi analog ke digital membutuhkan sejumlah penggantian perangkat, baik dari sisi pemancarnya maupun penerima siaran. Transisi ke TV digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak.

Hal yang diperlukan hanya masa transisi bagi masyarakat. Masa transisi itu diperlukan untuk melindungi pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk secara pelan-pelan beralih ke teknologi TV digital, tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.

Manfaat utama dari penyiaran TV digital adalah dapat digunakan untuk melihat simpanan program (siaran interaktif). Aplikasi teknologi digital juga menawarkan integrasi dengan layanan interaktif seperti layanan komunikasi dua arah.

Televisi digital pun dapat digunakan seperti internet. Selain itu, penyiarannya bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV bergerak.

Kebutuhan daya pancar televisi digital juga lebih kecil, dengan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu, seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat.

Nah, sudah jelas bukan dengan apa yang disebut televisi digital? Kita patut bersyukur, akhirnya Indonesia punya jaringan televisi digital skala nasional.
Yang perlu diperhatikan mungkin konten dan channel yang ada nantinya dapat lebih rasional, lebih mendidik, dan lebih berbudaya. Sebab, selama ini, banyak konten televisi swasta nasional dipenuhi gaya hidup irasional.

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/14/80506/18/Selamat.Datang.Televisi.Digital

Oktober 1, 2009 at 11:45 am Tinggalkan komentar

Selamat Datang Guru dan Siswa (Baru) SMKN 1 Bansari

Tahun Pelajaran 2009/2010 SMK Negeri 1 Bansari telah mulai menerima siswa baru dan me;laksanakan proses belajar mengajart. Ada catatan menarik dengan diawalinya proses pendaftaran siswa baru SMK Negeri 1 Bansari.

Sebagai SMK baru, menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Negeri 1 Bansari hanya punya seorang guru yang ditugasi sebagai Kepala Sekolah dan seorang Kasubag TU yang dilantik Bupati Temanggung pada tanggal 1 Mei 2009. Dengan demikian sosialisasi ke sekolah=sekolah dilakukan sendirian. Beruntung beberapa anggota Tim Pendiri bersedia membantu sehingga bisa melaksanakan sosialisasi/promosi di banyak SMP/MTs. Bisa dibayangkan kalau PSB sudah mulai dan sama sekali belum ada guru bagaimana jadinya? Pikiran ini selalu menghantui kami dalam melaksanakan sosislisasi

Akhirnya guru-guru yang ditunggupun datang juga, ada 12 guru yang datang dengan menyerahkan SK CPNS yaitu:

  1. Mohammad Soegeng S, S.H = Pendidikan Kewarganegaraan
  2. Dwiani Lindawati, S.Pd = Bahasa dan Sastra Indonesia
  3. Budiman, S.Pd. Kor = Penjeaskes
  4. Woro Raharjanti, S.Si = Matematika
  5. Khairunisa amalia, S.Pd = Bahasa Inggris
  6. Ari Nur Cahyani, S.Pd.Si + Kimia
  7. Yudha Hardiyanto, S.E = Kewirausahaan
  8. Erni Hastuti = Biologi
  9. Priyo Nugroho S.T + Teknik Audio Video
  10. Adin Hartoyo, S.Pd.T = Teknik Audio Video
  11. Aprilia Palupi, S.P = Agribisnis
  12. Nurul Hidayati = Agribisnis

Belum habis rasa lega dengan hadrinya 12 orang guru, rasa was-was mulai menghinggapi kembali ketika sampai hari ke 3 Pendaftaran Peserta Didik Baru, baru sekitar 10 siswa yang mendaftar. Kami sempat berpikiran bahwa kam i akan gagal! Koordinasi pun dilakukakn untuk mengadapi situasi yang genting ini. Akhirnya pada saat-saat terakhir datanglah para siswa baru untuk mendaftar di SMK Negeri Bansari. Sampai saat penutupan akhirnya dengan susah payah kami mendapatkan 97 orang siswa dengan rincian 33 siswa Agribisnis dan 62 siswa Audio Video. Anehnya diantara mereka banyak yang memiliki Nilai UN yang cukup tinggi, tapi mengapa mendaftar di saat akhir?

Meski masih banyak hal yang harus dibenahi, namun kami merasa lega karena akhirnya SMK Negeri Bansari kini sudah dapat beroperasi dengan jumlah siswa yang  cukup ideal. Selamat Datang Siwa Baru…… Selamat Datang Bapak Ibiu Guru Baru ….. semoga kebersamaan kita dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan biaya terjangkau… amin.

September 18, 2009 at 8:31 am 10 komentar

Pembangunan USB (Lanjutan) SMK Bansari Selesai 100 %

Ahamdulillah…. akhirnya pada minggu 2 bulan Agustus 2009 pembangunan SMK Negeri 1 Bansari telah mencapai 100%. Pembangunan yang dimulai pertenngahan Maret 2009 memakan waktu kerja 20 minggu. Penyelesaian pembangunan ini sesuai target dan harapan dari tim pendirio yakni pembangunan harus selesai sebelum masuk bulan Ramadha. nPembangunan tahap II ini jauh lebih lancar daripada tahap I karena Tim Pendiri belajar dari pengalaman pada saat pambengunan tahap I.

Seperti halnya pada pembangunan tahap I, disamping membanguan hal hal pokok seperti yang tercantum dalam Rencana Pemanfaatan Anggaran, Tim Pendiri berhasil melakukan pengembangan-pengembangan. Pengembangan ini dapat terlaksana karena Tim Pendiri melakukan berbagai efisiensi tanpa mengurangi kualitas dan spek bangunan.

Dalam RAB , pemanfaatan anggaran meliputi:

  1. 3 Ruang Teori = 189 m2
  2. Kamar Mandi = 16 m2
  3. Ruang Lab Dasar Teknik Elektro = 48 m2
  4. Ruang Lab Area Kerja Mekanik Teknik Elektro = 48 m2
  5. Ruang Praktik Audio Video = 96 m2
  6. Pengadaan Perabot Ruang Teori = 1 kelas

Pengembangan yang dapat dilaksanakan adalah :

  1. Kamar mandi dari 16 m2 menjadi = 21 m2
  2. Pengadaan Perabot Ruang Teori = 2 kelas
  3. Pengadaan Perabot Guru/TU = 20 set
  4. Instalasi Air Bersih
  5. Penyambungan Listrik PLN 7.800 watt
  6. Teralis Lab Dasar Elektro
  7. Tempat Parkir Sepeda Motor

Saat ini Tim Pendiri tengah menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban yang Insya Allah akan disampaikan ke Direktorat PSMK pada Awal Oktober 2009.

September 18, 2009 at 7:58 am Tinggalkan komentar

Tulisan Lebih Lama


Tulisan Terkini

Komentar Terakhir

smkn1bansari on GURU
udin on GURU
smkn1bansari on GURU
Elma Nafi'ah, S.Pd on GURU
smkn1bansari on Layanan Konseling Kelompok unt…

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 33,828 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.