Pemanfaatan TI dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Februari 21, 2010 at 1:19 pm 2 komentar

oleh : Machfud Herman S

  1. Pendahuluan

John Naisbit, penulis buku Megatrend 2000, mengatakan bahwa saat ini kita telah memasuki gelombang ketiga, yakni perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi  telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan ini? Kalau diibaratkan teknologi informasi itu adalah arus badai, maka sekurang-kurangnya ada tiga sikap dalam menghadapi perubahan teknologi informasi. Pilihan pertama membangun dinding yang kokoh agar tidak terkena badai tersebut, pilihan kedua berdiam diri dan membiarkan diri kita terbawa arus, pilihan ketiga memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi. Pilihan manakah yang kita ambil? Tentu terpulang kepada diri kita masing-masing, Namun demikian, pasti kita sepakat bahwa pilhan terbaik adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi.

Kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi (selanjutnya disebut TI) telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara menjadi tiada dan negara-negara di dunia terhubungkan menjadi satu kesatuan yang disebut global village atau desa dunia. Melalui Pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja, di mana saja,dan kapan saja dikehendaki.

Satu bentuk produk Teknologi Informasi adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. Teknologi Informasi telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.

Negara Indonesia telah berkomitmen untuk memasuki dan mengimplementasikan teknologi informasi untuk pendidikan. Sejak tahun 1990 telah dilakukan berbagai macam uji coba pendidikan berbasis Teknologi Informasi terutama pada jenjang pendidikan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) . Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang pendidikan (Ari Kusnandar, 2008:18)

2. Potensi Teknologi Informasi dalam Pembelajaran

Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk mengubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut di antaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya (Alim Bachri,2009)

Guru tidak saja dituntut untuk membimbing, memotivasi siswa agar menguasai kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya, tapi juga dituntut agar siswa menguasai kecakapan  hidup (life skills) yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup di abad 21. Kecakapan Abad 21  (21th Century Skills) merupakan kecakapan hidup yang harus dikuasai untuk menghadapi tantangan di abad 21.

Para siswa yang memasuki masa kedewasaan di abad 21 menghadapi tugas dan tantangan yang tidak terbayangkan oleh para pendahulunya. Menghadapi pasokan berbagai alat digital yang tidak pernah berakhir dan informasi yang berlimpah, seseorang pada masa kini harus menguasai banyak kemampuan dan strategi yang dulu dianggap tidak penting bagi kesuksesan generasi sebelumnya. Kecakapan Abad 21 ini terdiri dari:

  • Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi – Melatih tanggung jawab dan fleksibilitas dalam diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan  masyarakat; membuat dan memenuhi standar dan cita-cita yang tinggi bagi dirinya sendiri dan orang lain, bertoleransi terhadap ketidakpastian.
  • Kreatifitas dan Ketertarikan Intelektual – Mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengkomunikasikan ide-ide baru kepada orang lain, tetap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
  • Berpikir Kritis dan Berpikir dengan Sistem (Critical Thinking) Melatih alasan-alasan dalam pemahaman dan membuat berbagi pilihan yang rumit, memahami interkoneksi diantara sistem.
  • Kecakapan Menguasai Media dan Informasi – Menganalisa, mengakses, mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam segala bentuk media
  • Kecakapan Interpersonal dan Kolaboratif – Menunjukkan kerjasama dan kepemimpinan; beradaptasi di berbagai macam peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan orang lain; melatih empati; menghargai perbedaan pandangan.
  • Identifikasi, Formulasi, dan Solusi Masalah – Kemampuan untuk menangkap, menganalisis dan menyelesaikan masalah
  • Pengarahan Diri Sendiri (self direction) -  Memantau pemahaman diri sendiri seseorang dan berbagai kebutuhan belajar, menempatkan sumber daya yang tepat, mentransfer pelajaran dari satu bidang ke bidang lain
  • Tanggung jawab Sosial – Bertanggung jawab kepada kepentingan masyarakat yang lebih luas; menunjukan perilaku yang etis dalam kehidupan pribadi, lingkungan kerja, dan lingkungan bermasyarakat.

(Intel Corporation, 2007:9)

Untuk menjawab permasalahan tersebut pembelajaran saat ini memerlukan model pendekatan baru yang mengubah setiap kegiatan pembelajaran menjadi bermakna bagi setiap peserta didik. Guru harus mampu menghubungkan antara konsep/tema/pokok bahasan dengan dinamika lingkungan  kehidupan peserta didik. Dengan bermaknanya pembelajaran akan meningkatkan minat belajar peserta didik. Ini adalah sebuah tantangan baru  bagi setiap guru.

Teknologi informasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk menjawab tantangan ini. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan belajar mengajar secara tepat diharapkan akan mampu membuat proses pembelajaran lebih bermakna, mengingat  berbagai potensi teknologi informasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Potensi teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran secara langsung maupun tidak langsung adalah:

  1. Teknologi Informasi  sebagai Tool (alat)

Dalam aplikasinya sebagai tool biasa digunakan untuk :

1)    kalkulasi biasa

2)    Menyajikan informasi yang dapat diulang-ulang sesuai keperluan dan kecepatan respon siswa

3)    Menggambar dan membuat grafik

4)    Alat bantu mengajar, seperti demonstrasi pelajaran

5)    Penyimpanan data yang dapat ‘dibuka’ untuk pengajaran’pemecahan masalah’

6)    Simulasi dan permainan

  1. Teknologi Informasi sebagai Tutor

Sebagai tutor komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya dsebagai berikut :

1)    komputer menampilkan suatu informasi

2)    siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan;

3)    komputer menevaluasi jawaban siswa;

4)    komputer menentukan apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban tersebut.

Dalam aplikasi sebagai tutor komputer dapat digunakan untuk kepentingan :

1)    Latihan sekaligus membeikan umpan balik bagi siswa

2)    Mereview pencapaian belajar

3)    Menyelenggarakan pembelajaran remedial tentang pengetahuan dasar

4)    Melaksanakan tes, baik pilihan ganda maupun yang lain, yang hasilnya segera diketahui siswa

5)    Pekerjaan rumah

6)    Dialog instruksional

7)    Sebagai sumber belajar

3. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Pengaruh penggunaan TI telah masuk dalam dunia pendidikan, dan telah membawa dampak positip yang besar dalam sistem pendidikan di Indonesia, serta menciptakan suatu paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara khusus TI mempunyai kemampuan dan kontribusi yang sangat besar dalam mengubah learning and teaching process, dan budaya belajar. Perubahan paradigma ini, lebih mengarah pada terciptanya budaya learning how to learn,dan budaya long life learning yang tidak tergantung tempat dan waktu.

Keunggulan TI yang diperankan oleh Internet dalam menyediakan informasi apa saja, yang ditayangkan secara multimedia, telah membawa perubahan dalam budaya belajar khususnya dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Saat ini, banyak lembaga pendidikan (berbagai negara, telah menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan menggunakan bantuan TI. Pendidikan seperti ini dinamakan sebagai e-Education, e-Learning, e-Campuss, e-Digital, Tele-Education, Cyber-Campus, Virtual Universiy, dll. yang juga dilengkapi dengan digital librarv atau virtual-library termasuk di dalamnya e-book.

Menurut Wahyu Purnomo (2009:4) pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat membuat proses pembelajaran lebih bermakna,, pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan memiliki keunggulan dalam meraih segala informasi secara utuh yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan siswa.

Beberapa contoh pemanfaatan teknologi informasi dalam proses beajar mengajar adalah:

  1. Penggunaan animasi/multimedia
  2. Virtual Lab (Laboratorium Virtual)
  3. Aplikasi internet yang  dapat membatu proses belajar mengajar, yaitu:

1)    Google : google search,google earth, google skies, google translate, google directory, google maps, google mail

2)    Komunikasi: email, mailinglist, forum, chat.

3)    Word Wide Web (www.)

4)    Blog

5)    Digital Library

6)    E-learning

7)    Video on Demand: youtube, metacafe

8)    Wikipedia

9)    Jejaring Sosial : Facebook, Friendster

Seorang guru tidak dituntut untuk menguasai aplikasi TI untuk memproduksi atau membuat animasi atau multimedia, karena banyak aplikasi multimedia dan animasi yang bisa didapatkan secara gratis di internet. Yang penting adalah guru dapat mengoperasikan aplikasi tersebut serta software-sofware yang dapat mendukung proses belajar mengajar.

4.   Prasyarat Pemanfaatan TI dalam Proses Belajar Mengajar

Untuk mewujudkan keberhasilan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa persyaratan agar dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, yaitu tersedianya sarana prasarana yang menunjang pembelajaran berbasis TI (Mahmud, 2008:13). .Lebih lanjut dijelaskan dalam (http://ict.dinpendikpkp.go.id) beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK adalah:

1.  Siswa dan Guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru. Ini berarti sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti tersedianya komputer/laptop, jaringan komputer, internet, laboratorium komputer, peralatan multimedia seperti CD, DVD, Web Camera dan lain-lain.

3.  Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.

4. Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk untuk  mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana Teknologi Informasi

5. Dan yang tak kalah penting adalah, adanya kemauan dari semua pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.

Kendala utama pemanfaatan Teknolagi informasi di sekolah adalah minimnya anggaran untuk belanja pealatan TI dan mahalnya biaya akses internet. Apalagi sumber daya manusia sebagai pendukung juga masih minim.

5. Penutup

Suatu proses pembelajaran akan lebih mudah dipelajari dan dipahami siswa jika para guru mampu dalam memberi kemudahan bagi siswanya sedemikian sehingga para siswa dapat mengaitkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya Untuk itu semua, Guru bisa  memanfaatkan TIK untuk menyiapkan serta mencipkan pembelajaran bermakna

Ada beberapa tools, serta aplikasi Internet untuk mendukung Guru dalam penerapan pembelajaran bermakna, antara lain : eMail, Mailing List/Forum, Web 2.0, Digital Library, Video on demand, Wikipedia, Blog, Jaringan Sosial,

Koneksi internet memang belum murah di Indonesia, namun sudah semakin mudah, untuk perseorangan bisa menggunakan jaringan telepon, WiFi HotSpot, bahkan melalui handphone (GPRS, 3G, 3 G CDMA).

Disampaikan pada Seminar Nasional “Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Peningkatan Kemampuan Penulisan Karya Ilmiah dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di Temanggung pada hari Sabtu, 27 Juni 2009

Daftar Pustaka

Ade Kusnandar, TIK untuk Pembelajaran. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan. Depdiknas. Jakarta, 2008

http://www.makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknlogi informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/

http://www.gurutisna.blogspot.com/2008/01/pemanfaatan-ti-untuk pembelajaran.html

Intel Corporation. Program Pelatihan Intel Teach: Getting Started, Intel Educatin. Jakarta, 2008

Wahyu Purnomo, Konsep dan Implementasi TIK dalam Pendidikan, Seminar Nasional ICT di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 2007

Wahyu Purnomo, Pembelajaran Berbasis ICT, “Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT” di Universitas Islam Malang, 2-3 Januari 2007.

Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan. Bigraf Publising. Yogyakarta. 2001

Entry filed under: Makalah. Tags: , , .

Manajemen Bimbingan Konseling Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kesulitan Pemilihan Karir Siswa di Sekolah

2 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terkini

Komentar Terakhir

mery on PROFIL
smkn1bansari on PROFIL
mery on PROFIL
smkn1bansari on GURU
udin on GURU

 

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blog Stats

  • 34,927 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.