<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SMK NEGERI 1 BANSARI</title>
	<atom:link href="http://smkn1bansari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smkn1bansari.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 22:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smkn1bansari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SMK NEGERI 1 BANSARI</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smkn1bansari.wordpress.com/osd.xml" title="SMK NEGERI 1 BANSARI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smkn1bansari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/09/08/284/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/09/08/284/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 03:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=284&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/09/lebaran1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-286" title="LEBARAN" src="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/09/lebaran1.jpg?w=452&#038;h=278" alt="" width="452" height="278" /></a></p>
<p><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/09/lebaran.jpg"><br />
</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=284&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/09/08/284/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/09/lebaran1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LEBARAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/05/04/layanan-konseling-kelompok-untuk-meningkatkan-penyesuaian-diri-siswa/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/05/04/layanan-konseling-kelompok-untuk-meningkatkan-penyesuaian-diri-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 12:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan KOnseling SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Konselinh]]></category>
		<category><![CDATA[BK]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Bimbingan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Machfud Herman S 1. Pendahuluan Layanan konseling kelompok pada hakekatnya adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan konselor, dimana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=275&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Machfud Herman S</p>
<p><strong><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/05/aku-bagroud-biru-icon.png"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-276" title="AKU BAGROUD BIRU icon" src="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/05/aku-bagroud-biru-icon.png?w=71&#038;h=103" alt="" width="71" height="103" /></a> 1. </strong><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Layanan konseling kelompok pada hakekatnya adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan konselor, dimana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan segala tujuan hidup serta untuk belajar perilaku tertentu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya (Winkel, 2004)</p>
<p>Menurut Kartini Kartono (2002) penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, prasangka, depresi, kemarahan dan lain-lain emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis.</p>
<p>Layanan konseling kelompok merupakan upaya bantuan untuk dapat memecahkan masalah siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik maka anggota kelompok akan saling menolong, menerima dan berempati dengan tulus. Konseling kelompok merupakan wahana untuk menambah penerimaan diri dan orang lain, menemukan alternatif cara penyelesaian masalah dan mengambil keputusan yang tepat dari konflik yang dialamimya dan untuk meningkatkan tujuan diri, otonomi dan rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. Dengan  demikian konseling kelompok memberikan kontribusi yang penting dalam meningkatkan penyesuaian diri, apalagi masalah penyesuaian diri merupakan masalah yang banyak dialami oleh siswa sehingga untukmengefisiensikan waktu konseling kelompok dimungkinkan lebih efektif dibandingkan layanan konseling individual.</p>
<p><strong><span id="more-275"></span>2. </strong><strong>Faktor Yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri</strong></p>
<p>Zakiah Darajat (1985: 24-27) mengemukakan faktor-faktor yang  mempengaruhi penyesuaian diri seseorang adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>a.   Frustasi (Tekanan Perasaan)</strong></p>
<p>Frustasi ialah suatu proses yang menyebabkan orang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan, atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginannya.</p>
<p>Pada dasarnya setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk segera dipenuhi, namun ada kalanya kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi karena adanya halangan tertentu. Orang yang sehat mentalnya akan dapat menunda pemuasan kebutuhannya untuk sementara atau ia dapat menerima frustasi itu untuk sementara sambil menunggu adanya kesempatan yang memungkinkan mencapai keinginannya itu. Tetapi jika orang itu tidak mampu menghadapi frustasi dengan cara yang wajar maka ia akan berusaha mengatasinya dengan cara-cara yang lain tanpa mengindahkan orang dan keadaan sekitarnya atau ia akan berusaha mencari kepuasan dalam khayalan. Apabila rasa tertekan itu sangat berat sehingga tidak dapat diatasinya mungkin akan mengakibatkan gangguan psikologis pada orang tersebut. Keadaan demikian apabila yang bersangkutan memandang faktor ini sebagai sesuatu yang biasa tanpa beban maka frustasi itu tidak terlalu dipandang sebagai sesuatu yang menghambat penyesuaian diri seseorang terhadap keadaan sekitarnya.</p>
<p><strong>b.   Konflik (Pertentangan Batin)</strong></p>
<p>Konflik jiwa atau pertentangan batin adalah terdapatnya dua macam dorongan atau lebih yang berlawanan dan tidak mungkin dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.</p>
<p>Konflik dapat terjadi karena dua hal yang sama-sama diinginkan tetapi antara keduanya tidak mungkin dicapai secara bersamaan, selain itu konflik juga terjadi karena dua hal yang pertama diinginkan sedangkan yang kedua tidak disenanginya dan dapat pula terjadi terhadap dua hal yang sama-sama tidak diinginkannya. Keadaan-keadaan seperti ini sangat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang karena seseorang dihadapkan pada suatu pilihan yang menyebabkan perasannya selalu terombang-ambing.</p>
<p><strong>c.   Kecemasan</strong></p>
<p>Kecemasan merupakan perwujudan dari berbagai proses emosi yang bercampur baur pada saat orang mengalami tekanan perasaan dan pertentangan batin.</p>
<p>Rasa cemas dapat timbul karena menyadari akan bahaya yang dapat mengancam dirinya. Cemas dapat juga berupa penyakit yang terlihat dalam beberapa bentuk seperti cemas dalam bentuk takut akan benda-benda seperti darah, orang ramai dan lain-lain. Selain itu, cemas dapat juga timbul karena perasaan berdosa atau bersalah karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hati nurani.</p>
<p>Penyesuaian diri terdiri dari dua aspek yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial, namun Hurlock (1999)  tidak membedakan secara tegas ciri-ciri penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang baik.  Menurut Hurlock, cirri-ciri orang yeng berpenyesuaian baik adalah:</p>
<ol>
<li>Mampu bersedia menerima tanggung jawab yang sesuai dengan usia.</li>
<li>Berpartisipasi dengan gembira dalam kegiatan yang sesuai untuk tiap tingkat usia dan kemampuan yang dimilikinya, misal kegiatan olah raga, pramuka, PMR dan lain-lain.</li>
<li>Bersedia menerima tanggung jawab yang berhubungan dengan peran mereka dalam hidup, mengadakan komunikasi dengan lingkungan.</li>
<li> Segera menangani masalah yang menuntut penyelesaian masalah, misalnya konflik dalam pribadi.</li>
<li>Senang memecahkan dan mengatasi berbagai hambatan yang mengancam kebahagiaan. Misalnya mengadakan pergaulan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.</li>
<li>Mengambil keputusan dengan senang tanpa konflik dan tanpa banyak menerima nasehat. Artinya segala sesuatu yang diputuskan itu benr tanpa mendapat bantuan dari orang lain.</li>
<li>g.   Belajar dari kegagalan dan tidak mencari-cari alasan untuk menjelaskan kegagalan. Anak mampu menilai dari kegagalan untuk dijadikan dasar mengadakan perubahan dalam tindakan berikutnya.</li>
<li>g.   Dapat mengatakan “tidak” dalam situasi yang membahayakan kepentingan sendiri. Hal ini biasanya diucapkan atau dilakukan anak dalam kelompok mereka.</li>
<li>h.   Dapat mengatakan “ya” dalam situasi yang pada akhirnya akan menguntungkan. Pernyataan ini juga dapat dilakukan oleh anak-anak dalam kelompok tertentu.</li>
<li>Dapat menunjukkan kasih sayang secara langsung dengan cara dan takaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan.</li>
<li>Dapat menahan sakit dan frustasi, emosional bila perlu. Pernyataan-pernyataan ini biasanya dilakukan oleh anak dalam pembelaan terhadap kelompoknya maupun pembelaan terhadap pribadi.</li>
<li>Dapat berkompromi bila menghadapi kesulitan. Hal ini menunjukkan anak ada kemampuan untuk menyesuaian diri dalam lingkungannya.</li>
<li>Dapat memusatkan energi pada tujuan yang penting artinya anak lebih  ,elakukan kegiatan-kegiatan yang positif.</li>
<li>Menerima kenyataan bahwa hidup adalah perjuangan yang tak kunjung  terakhir. Ini menuntut anak untuk selalu mengadakan penyesuaian diri sesuai dengan perkembangan dan kemajuan jaman.</li>
</ol>
<p><strong>3. </strong><strong>Konseling Kelompok</strong></p>
<p>Layanan konseling kelompok pada hakekatnya adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan konselor, dimana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan segala tujuan hidup serta untuk belajar perilaku tertentu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>Konseling kelompok bersifat memberikan kemudahan dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam arti bahwa konseling kelompok  memberikan dorongan dan motivasi kepada individu untuk membuat perubahan-perubahan dengan memanfaatkan potensi secara maksimal sehingga dapat mewujudkan diri.</p>
<p>Pendekatan ini menitik beratkan pada interaksi antar anggota, anggota dengan pemimipin kelompok dan sebaliknya. Interaksi ini selain berusaha bersama untuk dapat memecahkan masalah juga anggota kelompok dapat belajar untuk mendengarkan secara aktif, melakukan konfrontasi dengan tepat, memperlihatkan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anggota lain.</p>
<p>Kesempatan memberi dan menerima dalam kelompok akan menimbulkan rasa saling menolong, menerima, dan berempathi dengan tulus. Keadaan ini membutuhkan suasana yang positif antar anggota, sehingga mereka akan merasa diterima, dimengerti, dan menambah rasa positif dalam diri mereka.</p>
<p>Dalam konseling kelompok, dengan memanfaatkan dinamika kelompok para anggota kelompok dapat mengembangkan diri dan memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya. Arah pengembangan diri yang dimaksud terutama adalah dikembangkannya kemampuankemampuian sosial secara umum yang selayaknya dikuasai oleh individu individu yang berkepribadian mantap. Keterampilan berkomunikasi secara efektif, sikap tenggang rasa, memberi dan menerima, toleran, mementingkan musyawarah untuk mencapai mufakat seiring dengan sikap demokrtis, memiliki rasa tanggung jawab sosial seiring dengan kemandirian yang kuat merupakan arah pengembang pribadi yang dapat dijangkau melalui diaktifkannya dinamika kelompok itu.</p>
<p>Layanan konseling kelompok memberikan kesempatan kepada anggota kelompok berinteraksi antar pribadi yang khas, yang tidak mungkin terjadi pada layanan konseling individual. Interaksi sosial yang intensif dan dinamis selama pelaksanaan layanan, diharapkan tujuantujuan layanan yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan individu anggota kelompok dapat tercapai secara mantap. Pada kegiatan konseling kelompok setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menggali tiap masalah yang dialami anggota. Kelompok dapat juga dipakai untuk belajar mengekspresikan perasaan, menunjukan perhatian terhadap orang lain, dan berbagi pengalaman.</p>
<p>Pendekatan interaksional merupakan pendekatan yang digunakan dalam layanan konseling kelompok. Pendekatan ini menitikberatkan pada interaksi antar anggota, anggota dengan pemimipin kelompok dan sebaliknya. Interaksi ini selain berusaha bersama untuk dapat memecahkan masalah juga anggota kelompok dapat belajar untuk  mendengarkan secara aktif, melakukan konfrontasi dengan tepat, memperlihatkan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anggota lain.</p>
<p>Kesempatan memberi dan menerima dalam kelompok akan menimbulkan rasa saling menolong, menerima, dan berempathi dengan tulus. Keadaan ini membutuhkan suasana yang positif antar anggota, sehingga mereka akan merasa diterima, dimengerti, dan menambah rasa positif dalam diri mereka.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa</strong></p>
<p>Konseling kelompok merupakan tempat bersosialisasi dengan anggota kelompok dimana masing-masing anggota kelompok akan mamahami dirinya dengan baik. Berdasarkan pemahaman diri itu dia lebih rela menerima dirinya sendiri dan lebih terbuka terhadap aspek-aspek positif dalam kepribadiannya, selain itu dalam layanan konseling kelompok ketika dinamika kelompok sudah dapat tercipta dengan baik ikatan batin yang terjalin antar anggota kelompok akan lebih mempererat hubungan diantara mereka sehingga masing-masing individu akan merasa diterima dan dimengerti oleh orang lain, serta timbul penerimaan terhadap dirinya sendiri.</p>
<p>Keefektifan layanan konseling kelompok telah banyak dibuktikan dalam berbagai penelitian eksperimen, antara lain penelitian yang dilakukan oleh Atik Siti Maryam dengan judul “ Keefektifan Layanan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa”. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh layanan konseling kelompok terhadap kepercayaan diri siswa.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan oleh Partono dengan judul “Pengaruh Layanan Konseling Kelompok terhadap Pengembangan Kecerdasan Emosional”. Pada bagian membina hubungan diperoleh data bahwa sebelum mendapatkan layanan konseling kelompok sebesar 74% dan setelah mendapatkan layananan konseling kelompok meningkat menjadi 79% dan pada bagian mengelola emosi diperoleh data bahwa sebelum mendapatkan layanan konseling kelompok sebesar 78% dan setelah mendapatkan layanan konseling kelompok meningkat menjadi 82%.</p>
<p>Konseling kelompok sebagai layanan yang dipandang mempunyai kontribusi yang penting bagi kelompok sangat membantu siswa untuk meningkatkan penyesuaian diri. Corey (1985) menerangkan bahwa konseling kelompok sangat berguna bagi remaja karena memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan, konflik dan merealisasikan bahwa mereka senang berbagi perhatian dalam kelompok. Corey (1985: 9) juga menerangkan bahwa konseling kelompok remaja mempunyai keunikan memberikan kesempatan untuk menjadi instrumen bagi perkembangan pribadi orang lain, karena kesempatan untuk berinteraksi sangat membantu situasi kelompok sehingga para anggotanya dapat menyampaikan apa yang diinginkan dan dapat saling membantu dalam hal pengertian dan penerimaan diri.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Simpulan dan Saran</strong><br />
<strong>a. </strong><strong>Simpulan</strong></p>
<p>Dari uraian yang telah dipaparkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa membina layanan bimbingan kelompok akan meningkatkan hubungan dan mengelola emosi. Karena membina hubungan dan mengelola emosi juga termasuk dalam indikator penyesuaian dirimaka dapat simpulkan  bahwa konseling kelompok juga efektif untuk meningkatkan penyesuaian diri.</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Saran</strong></p>
<p>1)    Guru pembimbing hendaknya berusaha memberikan layanan kelompok dengan memanfaatkan jam bimbingan konseling secara efektif untuk membantu memecahkan masalah siswa termasuk meningkatkan penyesuaian diri siswa serta dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk terlibat dalam layanan konseling kelompok.</p>
<p>2)    Kepala sekolah perlu memberikan jam khusus minimal 1 jam pelajaran per minggu kepada guru bimbingan konseling agar guru bimbingan konseling dapat melaksanakan program bimbingan yang telah dibuat, baik bimbingan kelompok maupun bimbingan personal</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Corey, Gerald. 1985. <em>Theory and Practice of Group Counseling</em>. California: Brooks/Cole Publishing Company diunduh dari <a href="http://www.4shared.com/">http://www.4shared.com</a></p>
<p>Daradjat, Zakiah. 1985. <em>Kesehatan Mental</em>. Jakarta: PT Gunung Agung</p>
<p>Fahmy, Musthafa. 1982. <em>Penyesuian Diri</em>. Jakarta: Bulan Bintang</p>
<p>Hurlock, Elizabeth B. 1999. <em>Perkembangan Anak</em>. Jakarta: Erlangga</p>
<p>Iskandaryah, Aulia.2005. <em>Remaja dan Masalahnya</em>, Makalah, Universitas Pajajaran, Bandung diunsuh dari <a href="http://www.digilib.unpad.ac.id/">http://www.digilib.unpad.ac.id</a></p>
<p>Kartini, Kartono. 2000, <em>Hygiene Mental,</em> Bandung, Mandar Maju</p>
<p>Partono. 2004. <em>Pengaruh Layanan Konseling Kelompok terhadap Pengembangan Kecerdasan emosional (Penelitian eksperimen pada Siswa SMK Negeri 8 Semarang). </em>Skripsi. BK, FIP, UNNES diunduh dari <a href="http://www.digilib.unnes.ac.id/">http://www.digilib.unnes.ac.id</a></p>
<p>Siti Maryam, Atik. 2002<em>. Keefektifan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa (Penelitian Eksperimen pada Siswa Kelas I SMU Negeri I Ungaran).</em>Skripsi. BK, FIP, UNNES diunduh dari <a href="http://www.digilib.unnes.ac.id/">http://www.digilib.unnes.ac.id</a></p>
<p>Winkel. 2004. <em>Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. </em>Gramedia Widia Sarana Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=275&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/05/04/layanan-konseling-kelompok-untuk-meningkatkan-penyesuaian-diri-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/05/aku-bagroud-biru-icon.png?w=104" medium="image">
			<media:title type="html">AKU BAGROUD BIRU icon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengefektifkan Layanan Bimbingan Konseling</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/21/mengefektifkan-layanan-bimbingan-konseling/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/21/mengefektifkan-layanan-bimbingan-konseling/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 10:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[BK]]></category>
		<category><![CDATA[BK di Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Bimbingan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Machfud Herman S 1. Kerancuan Peran Bimbingan Konseling di Sekolah Peran konselor/guru bimbingan dan konseling sering di reduksi di sekolah. BK ditempatkan dalam konteks disipliner siswa: memanggil, memarahi, menghukum adalah proses klasik label bimbingan konseling di banyak sekolah sehingga guru bimbingan dan konseling sering diposisikan sebagai “musuh” bagi siswa bermasalah atau yg nakal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=266&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>oleh : Machfud Herman S</strong></p>
<p><strong><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/logo-buat-office.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-267" title="LOGO BUAT OFFICE" src="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/logo-buat-office.png?w=123&#038;h=76" alt="" width="123" height="76" /></a>1. </strong><strong>Kerancuan Peran Bimbingan Konseling di Sekolah</strong></p>
<p>Peran konselor/guru bimbingan dan konseling sering di reduksi di sekolah. BK ditempatkan dalam konteks disipliner siswa: memanggil, memarahi, menghukum adalah proses klasik label bimbingan konseling di banyak sekolah sehingga guru bimbingan dan konseling sering diposisikan sebagai “musuh” bagi siswa bermasalah atau yg nakal.</p>
<p>Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengharuskan sekolah untuk mengalokasikan 2 (dua) jam pelajaran per minggu bagi pelajaran pengembangan diri. Hal ini berati di setiap sekolaingan  paling tidak harus dialokasikan 2 jam pelajaran bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan bimbingan secara klasikal. Namun dalam praktiknya, beberapa sekolah bahkan meniadakan jam khusus untuk layanan bimbingan klasikal kepada siswa. Layanan bimbingan klasikal biasanya dilakukan apabila ada guru yang berhalangan hadir dan jam pelajaran ini dimanfaatkan bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan layanan bimbingan kelompok/klasikal.</p>
<p>Kebijakan meniadakan jam bimbingan kelompok/klasikal ini mengakibatkan fungsi pengembangan kemampuan siswa, fungsi pencegahan dan fungsi pemeliharaan bimbingan dan konseling dalam aspek perkembangan personal edukasional dan karir tidak dapat dijalankan secara utuh. Ketidak mengertian dan prasangka manajemen sekolah bahwa bimbingan dan konseling hanya membuang-buang waktu dan tidak memberikan sumbangan yang berarti pada perkembangan siswa menyebabkan sulitnya mendapatkan dukungan sekolah terdadap program bimbingan dan konseling.Bimbingan konseling baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Bisa dihitung dengan jari, berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. Tidak jarang dijumpai, ruang bimbingan konseling sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai), atau ruang sempit di pojok dekat gudang dan toilet</p>
<p>Tantangan utama bimbingan konseling justru datang dari faktorinstrinsik sekolah sendiri. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan guru-guru bimbingan konseling. Ada kekhawatiran konselor memakan “gaji buta”. Akibatnya, mesti disampiri tugas mengajar keterampilan, sejarah, jaga kantin, mengurus koprasi, perpustakaan, atau honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas yang dianggapnya penganggur terselubung.</p>
<p><span id="more-266"></span></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Rekonseptualisasi Bimbingan Konseling</strong></p>
<p>Kondisi penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah menunjukkan adanya ketidakpastian dan keprihatinan bimbimbingan dan penyuluhan di sekolah. Perubahan dan perkembangan masyarakat mengisyaratkan seluruh warganya untuk melakukan penyesuaian. Baik sebagai individu ataupun kelompok tuntutan adaptasi dan akomodasi tidak terelakkan. Sebagai individu, konselor yang juga sebagai warga masyarakat tidak dapat menghindari tuntutan tersebut. Penyesuaian dilakukan bukan saja terhadap tuntutan perubahan dan perkembangan, tetapi juga kebutuhan untuk berubah dalam menjalankan tugas profesianya.</p>
<p>Sebagai sesuah profesi yang dinamis, selalu menyesuaikan terhadap perkembangan dan perubahan masyarakat, profesi bimbingan dan konseling telah mengalami perubahan paradigma. Perubahan bisa dilihat dalam tiga aras waktu, yaitu paradigma masa lalu, paradigma sekarang, dan paradigma untuk yang akan dating. Pada masa lalu paradigma pelayanan bimbingan dan konseling hanya menfokuskan pada tiga hal yaitu konseling, konsultasi, dan koordinasi; untuk masa sekarang konseling, konsultasi, koordinasi, kepemimpinan, advokasi, bekerja secara tim dan berkolaborasi, memanfaatkan asesmen dan penggunaan data, serta pemanfaatan teknologi; sedangkan paradigma pelayanan untuk masa yang akan datang  mulai dari pemberian layanan konseling, konsultasi, koordinasi, kepemimpinan, advokasi, bekerja secara tim dan berkolaborasi, memanfaatkan asesmen dan penggunaan data,  pemanfaatan teknologi, pertanggung jawaban, mediasi kultural, serta agen perubahan yang sistemik. Paradigma tentang kegiatan bimbingan dan konseling tersebut akan dirasakan manfaatnya jika peran dari konselor dapat dilaksanakan dengan baik, yang meliputi peran sebagai konselor, sebagai konsultan, sebagai agen perubahan, seorang agen pencegahan utama (<em>a primary prevention agent</em>), dan sebagai manajer</p>
<p>Profesi bimbingan dan konseling telah berusaha menjawab beragam perubahan masyarakat, perkembangan ilmu dan teknologi dengan berbagai perubahan dan perkembangan dalam diri profesi, yang dapat dipahami dari perkembangan profesi ini di Indonesia. Dimulai dengan dilakukannya uji coba pelaksanaan kegiatan bimbingan di sekolah, dibukanya program studi bimbingan, kelahiran organisasi profesi (17 Desember 1975), pelaksanaan kurikulum 1975, pengakuan guru pembimbing, perubahan penggunaan istilah “penyuluhan” menjadi “konseling”, perubahan nama organisasi dari Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) tahun 2001, dan penegasan nama profesi, nama asosiasi profesi, tenaga professional yang melaksanakan layanan, individu yang mendapatkan layanan, dan seterusnya (2007). Ini semua menunjukkan usaha profesi agar tetap eksis dalam aliran kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Konseling merupakan hubungan yang bersifat terbatas antara konselor dan konseli yang dapat dilakukan dengan siswa secara individu ataupun kelompok kecil untuk membantu siswa mengatasi masalah dan mengembangkan semua potensinya. Dari pengertian ini dapat diketahui bahwa tujuan pertama konseling adalah untuk membantu konseli mengatasi masalah. Tujuan utama tersebut sebenarnya sudah mengisyaratkan seorang konselor harus selalu melakukan pengaturan atau penyesuaian diri terhadap konseli yang dihadapinya agar dapat mencapai tujuan kegiatan konseling yang dilaksanakannya secara efektif. Konseli yang dihadapi bukanlah seorang yang selalu sama pribadi dan sifat-sifatnya, oleh karena itu seorang konselor harus pandai-pandai menjalankan peran dan fungsi dengan sebaik-baiknya. Ada konseli yang pendiam sehingga mengharuskan seorang konselor untuk aktif, sebaliknya ada  seorang konseli yang fasih dan ringan tanpa beban dapat menceriterakan masalahnya kepada konselor. Dengan kata lain, konselor dituntut untuk dapat menunjukkan kemampuan untuk memilih teknik konseling yang akan dipergunakan secara efektif dan efisien.</p>
<p>Pengembangan kepribadian konseli menuntut kepiawaian konselor untuk berperan sesuai dengan ciri kepribadian konseli. Stimulasi agar pribadi dapat “mekar” mensyaratkan berbagai ketrampilan untuk memainkan peranan yang senantiasa berganti-ganti dalam rangka  menciptakan dan memberikan lingkungan yang <em>favourable</em> demi terciptanya perubahan yang positif pada diri konseli. Ini adalah tantangan rutin dari tugas seorang konselor sejak dahulu sampai sekarang dan masa yang akan datang. Sedangkan kegiatan konsultasi dan koordinasi merupakan kegiatan pendukung dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai bagaian dari sistem sekolah.</p>
<p>Kemudian pada saat sekarang layanan bimbingan dan konseling telah mengalami transformasi, dengan visi baru yang bersifat <em>proactive practice</em>. Bentuk layanan yang diberikan tidak meninggalkan sama sekali bentuk-bentuk layanan yang sudah berjalan. Layanan bimbingan dan konseling yang perlu diberikan dalam bentuk: konseling, konsultasi, koordinasi, kepemimpinan, advokasi, bekerja secara tim dan berkolaborasi, memanfaatkan asesmen dan penggunaan data, serta pemanfaatan teknologi. Perubahan dan perkembangan layanan ini seagai bentuk kegiatan layanan yang bersifat proaktif menghadapi dinamika perubahan masyarakat dan para pemangku kepentingan (<em>stakeholder).</em></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Inovasi Bimbingan Konseling</strong></p>
<p>Agar bimbingan dan konseling di sekolah dapat berjalan dengan efektif dan dapat diandalkan oleh siswa, maka semua yang terlibat dalam bimbingan dan konseling harus mampu menghadapi semua tantangan baik yang berasal dari perubahan global, nasional, maupun lokal pada gilirannya menuntut adanya inovasi bimbingan dan konseling dalam berbagai aspek dan dimensi..Saat ini telah banyak berkembang berbagai inovasi bimbingan dan konseling dalam teori, pendekatan, manajemen, pola-pola pelaksanaan, penelitian dan pengembangan, personil, dsb. Berikut ini akan dikemukakan beberapa di antaranya ( Mohammad Surya, 2008)</p>
<p><strong><em>a.   T</em></strong><strong><em> eknologi dalam bimbingan konseling</em></strong></p>
<p>Perkembangan teknologi terutama dalam bidang informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi dunia bimbingan dan konseling. Komunikasi untuk bimbingan dan konseling dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara konselor dengan konseli tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Konselor dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan konseli. Demikian pula konseli dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui <em>cyber space</em> atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut <em>“cyber counseling”</em> atau konseling maya, yaitu proses konseling yang dilakukan dengan menggunakan internet. Dalam bidang bimbingan karir, telah berkembang publikasi bimbingan dan informasi karir dengan menggunakan <em>cyber publishing</em> yaitu publikasi melalui internet dan teknologi informasi lainnya yang bukan dalam bentuk media cetak. Perkembangan ini sudah tentu menuntut kesiapan dan adaptasi para konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Hal yang sama diperlukan pula oleh para konselor dalam menggunakan teknologi untuk bimbingan karir.</p>
<p><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Bimbingan dan Konseling Multikultural</em></strong></p>
<p>Penggunaan berbagai pendekatan dan teknik  diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih efektif dalam kondisi pluralitas budaya.<strong> </strong>Dalam kaitan dengan bimbingan dan konseling pendekatan budaya ini sangat tepat untuk lingkungan yang berbudaya plural seperti Amerika Serikat dan juga di Indonesia. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan landasan semangat Bhineka Tunggal Ika, yaitu kesamaan di atas keragaman. Di Amerika Serikat yang berbudaya pluralistik, dikembangkan pendekatan konseling yang disebut “<em>multicultural counseling</em>”. Paul B. Pederson (1991) menyebutkan “multicultural counseling” sebagai pendekatan generik dalam konseling. Pederson mengelompokkan multicultural counseling ke dalam  <em>angkatan keempat</em> dalam pendekatan konseling sebagai pelengkap dari  ketiga angkatan  pendekatan sebelumnya yaitu <em>psychodynamic, behavioral, dan humanistic.</em> Dikatakan selanjutnya bahwa sebutan multikultural mempunyai implikasi dalam rentang kelompok yang ganda (multiple) tanpa harus membuat derajat, bandingan, atau peringkat atau sebutan lebih baik atau lebih jelek antara satu dengan lainnya, serta tanpa mengabaikan adanya kenyataan saling melengkapi, dan perbedaan bahkan pertentangan satu dengan lainnya. Perspektif pendekatan multikultural memberikan kombinasi antara pandangan universalisme dan relativisme dengan memberikan penjelasan bahwa perilaku dipelajari dalam perspektif secara kultural yang unik,  dan mencari kesamaan landasan  antar  budaya.</p>
<p><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Bimbingan konseling multikultural</em></strong></p>
<p>Kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami oleh bangsa-bangsa Barat ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. Mereka menyadari bahwa kemajuan itu telah memisahkan nilai-nilai spiritual sebagai sumber kebahagiaan hidup dan dirasakan oleh mereka sebagai satu kekurangan. Dewasa ini berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Mereka makin menyadari bahwa suasana keluarga yang harmonis di atas landasan nilai-nilai religi yang kuat pada dasarnya merupakan situasi yang kondusif bagi terciptanya kehidupan. Suasana seperti itu akan menumbuhkan kualitas manusia agamis yang memiliki ketahanan dan keberdayaan yang mantap</p>
<p><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Pendekatan Holistik</em></strong></p>
<p>Bersamaan dengan perkembangan global yang mendorong makin besarnya ketergantungan antar berbagai disiplin dan pihak, maka konseling mengalami kecenderungan untuk bergeser dari situasi isolasi atau soliter ke arah keterkaitan dengan berbagai aspek. Konseling holistik merupakan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai aspek dan dimensi dalam prosesnya. Dengan demikian maka konseling tidak hanya menyentuh aspek permukaan saja akan tetapi lebih menyeluruh dan utuh sehingga penyelesaian suatu masalah dapat dilakukan secara lebih komprehensif sehingga dapat diselesaikan secara tuntas dan mendasar.<strong> </strong>Pola konseling holistik mempunyai makna bahwa layanan yang diberikan merupakan suatu keutuhan dalam berbagai dimensi yang terkait. Dalam kaitan dengan lingkungan pendidikan, konseling dilaksanakan secara terpadu mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan di masyarakat luas. Strategi yang diterapkan merupakan keutuhan yang terpadu antara strategi kurikuler, interaksi, pengembangan pribadi, dan dukungan sistem. Bidang-bidang layanan yang diberikan meliputi aspek sosial, pribadi, belajar, karir, dan budi pekerti dalam satu kesatuan yang utuh. Saat ini telah berkembang apa yang disebut ”<em>quantum counseling</em>” atau konseling kuantum yang berpangkal pada teori kuantum, dalam fisika. Dalam ivovasi ini, bimbingan dan konseling dilaksanakan secara holistik dalam suasana menyenangkan dengan lebih berfokus pada aspek-aspek pribadi yang paling mendalam yaitu pikiran dan perasaan.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Akhmad Sudrajat, <em>Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling,</em> http://www.akhmadsudrajat .wordpress.com/2008/01/21/konsep-bimbingan-dan-konseling/</p>
<p>Muhammad Nur Wangid, <em>Konselor Menjawab Dinamika Jaman</em>, http://www.konselingindonesia.com/download</p>
<p>Muhammad Surya, <em>Inovasi Bimbingan dan Konseling Menjawab Tantangan Global</em>, http://www.konselingindonesia.com/download</p>
<p>Slameto, Dr, <em>Bahan Kuliah Bimbingan dan Konseling,</em> Program Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=266&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/21/mengefektifkan-layanan-bimbingan-konseling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/logo-buat-office.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO BUAT OFFICE</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMK Bansari Masuk 4 Besar Lomba Mapel SMK Kab. Temanggung</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/smk-bansari-masuk-4-besar-lomba-mapel-smk-kab-temanggung/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/smk-bansari-masuk-4-besar-lomba-mapel-smk-kab-temanggung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 14:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Lomba Mapel]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Mapel]]></category>
		<category><![CDATA[smk]]></category>
		<category><![CDATA[temanggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Meski belum dapat meraih predikat juara, namun hasil Lomba Mata Pelajaran Siswa SMK  Tahun 2010 sungguh membanggakan bagi civitas academika SMK Negeri 1 Bansari. Berdasarkan rekap  hasil lengkap Lomba Mata Pelajaran Siswa SMK  Kabupaten Temanggung menunjukan bahwa ternyata siswa SMK Bansari mampu bersaing dengan siswa SMK  lain di Kabupaten Temanggung, bahkan untuk mata pelajaran Bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=249&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski belum dapat meraih predikat juara, namun hasil Lomba Mata Pelajaran Siswa SMK  Tahun 2010 sungguh  membanggakan bagi civitas academika SMK Negeri 1 Bansari. Berdasarkan rekap  hasil lengkap Lomba Mata Pelajaran  Siswa SMK  Kabupaten Temanggung menunjukan bahwa ternyata siswa SMK Bansari mampu bersaing  dengan siswa SMK  lain di Kabupaten Temanggung, bahkan untuk mata  pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika Teknik, siswa SMK Bansari  menempati <strong>peringkat 4 dan peringkat 6</strong> mengalahkan SMK  lain yang  sudah mapan.</p>
<p><em>E</em><em>ven </em>yang diadakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung  ini sudah dilaksanakan sejak 3 (tiga) tahun lalu, sehingga tahun ini merupakan pelaksanaan lomba yang ke 4. Meski lomba ini tidak sebesar dan semeriah Lomba Ketrampilanm Siswa (LKS) , namun lomba mata pelajaran ini dapat menjadi ukuran bagi keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar disekolah masing-masing.</p>
<p><span id="more-249"></span>Untuk tahun 2010, Lomba Mata Pelajaran bagi siswa <strong>SMK</strong> dilaksanakan pada Hari <strong>Sabtu, 27 Maret 2010</strong> bertempat di dalah satu SMK Swasta di Kabupaten Temanggung.  Lomba diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh peserta, pembimbing dan kepala sekolah SMK se-Kabupaten Temanggung. Pembukaan secara resmi Lomba Mata Pelajaran siswa SMK dilakukan oleh Bp. Drs. Fadholi, Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung. Dalam sambutanya Fadholi menyatakan bahwa lomba ini diikuti oleh 19 SMK se Kabupaten Temanggung terutama <strong>siswa kelas 2</strong> dengan jumlah peserta tiap mapel maksimum 3 orang untuk tiap sekolah</p>
<p>SMK Bansari mengirimkan peserta lomba yang semuanya adalah <strong>kelas I</strong> karena SMK Bansari merupakan SMK Baru yang baru dibuka pada tahun pelajaran 2009/2010. Dengan persiapan yang tidak maksimum karena hampir semua guru sedang mengikuti <strong>latihan pra jabatan </strong>sejak 8 Maret 2010 maka berangkatlah 9 siswa mewakili  SMK Bansari untuk berpartisipasi pada lomba tersebut. Tidak ada target muluk muluk yang dibebankan pada siswa, mengingat SMK Bansari merupakan sekolah baru dan terletak di pinggiran. Sementara sekolah lain merupakan sekolah yang sudah mapan dari berbagai segi.</p>
<p>Hasil Lengkap adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bahasa Indonesia. jumlah peserta 36  ( 6 SMK Negeri, 12 SMK  Swasta)</li>
</ul>
<ol>
<li>Peringkat 1: SMK Negeri 2 Temanggung</li>
<li>Peringkat 2 : SMK Negeri 2 Temanggung</li>
<li>Peringkat 3 : SMK Negeri 2 Temanggung</li>
<li><strong>Peringkat 4 : SMK Negeri 1 Bansari a.n Anisa Lestari Rahayu</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Matematika Teknik, Jumlah Peserta 26 siswa terdiri dari 6 SMK Negeri dan 10 SMK  Swasta</li>
</ul>
<ol>
<li>Peringkat 1 : SMK Negeri Jumo Tmg</li>
<li>Peringkat 2 : SMK Negeri 1 Temanggung</li>
<li>Peringkat 3 : SMK Negeri 1 Temanggung</li>
<li>Peringkat 4 : SMK Negeri 1 Temanggung</li>
<li>Peringkat 5 :  SMK Negeri Jumo Temanggung</li>
<li><strong>Peringkat 6 : SMK Negeri 1 Bansari a.n Mulyaningsih</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Untuk mapel Bahasa Inggris, SMK Bansari menduduki <strong>peringkat 8</strong> atas nama <strong>Munir Abdulah</strong></li>
</ul>
<p>Ini merupakan langkah awal yang sangat bagus sebab tahun depan siswa tersebut masih dapat disertakan kembali dalam lomba yang sama,  artinya peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik terbuka. lebar.  Terima kasih atas perjuangan kalian semua, dan terima kasih untuk bapak dan ibu guru yang sudah membimbing siswa hingga dapat bersaing dengan siswa smk negeri yang lain.<strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=249&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/smk-bansari-masuk-4-besar-lomba-mapel-smk-kab-temanggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kesulitan Pemilihan Karir Siswa di Sekolah</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/peran-bimbingan-dan-konseling-dalam-mengatasi-masalah-kesulitan-pemilihan-karir-siswa-di-sekolah/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/peran-bimbingan-dan-konseling-dalam-mengatasi-masalah-kesulitan-pemilihan-karir-siswa-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 12:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Bimbingan Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Bimbingan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Machfud Herman S A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling Banyak orang yang mengatakan bahwa bimbingan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Pendapat tersebut dapat dikatakan benar jika ditinjau dari segi bahasa secara umum yaitu memberikan bantuan, namun memberikan bantuan bukanlah berarti bimbingan. Seperti salah satu contohnya adalah seorang guru membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=240&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>oleh : Machfud Herman S</strong></p>
<p><strong>A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling </strong></p>
<p><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/ikon.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="ikon" src="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/ikon.jpg?w=455" alt=""   /></a>Banyak orang yang mengatakan bahwa bimbingan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Pendapat tersebut dapat dikatakan benar jika ditinjau dari segi bahasa secara umum yaitu memberikan bantuan, namun memberikan bantuan bukanlah berarti bimbingan. Seperti salah satu contohnya adalah seorang guru membantu kesulitan anak dalam menjawab salah satu soal yang sedang dikerjakan siswa. Perlakuan guru tersebut dikatakan memberikan bantuan tetapi bukan merupakan bimbingan. Untuk lebih jelasnya dibawah ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli:</p>
<p>Menurut Slameto bahwa bimbingan adalah:  “Proses memberikan bantuan kepada siswa agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman yang benar akan diri pribadinya dan akan dunia disekitarnya, mengambil keputusan untuk melangkah maju secara optimal dalam perkembangannya dan dapat menolong dirinya sendiri menghadapi serta memecahkan masalah-masalahnya, semuanya demi tercapainya penyesuaian yang sehat dan demi kemajuan dan kesejahteraan mentalnya”</p>
<p>Sedangkan Konseling diartikan:</p>
<p>“Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya<strong>”. </strong></p>
<p><strong><span id="more-240"></span>B. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah</strong></p>
<p>Bimbingan dan konseling menempati bidang pelayanan siswa dalam keseluruhan, proses dan kegiatan pendidikan. Pemberian Layanan bimbingan dan konseling kepada siswa agar masing-masing siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri secara optimal. Berikut ini dijekaslan maisng-masing fungsi layanan tersebut:</p>
<p>1. Fungsi Pencegahan</p>
<p>Bimbingan dan konseling dapat berfungsi sebagai pencegahan, artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam hal ini layanan yang diberikan berupa bantuan yang bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Hal tersebut dapat ditempuh melalui program bimbingan yang sistematis sehingga hal-hal yang dapat menghambat seperti; kesulitan belajar, kekurangan informasi, masalah sosial, pemilihan karir dan lain sebagainya dapat dihindari oleh siswa.</p>
<p>2. Fungsi Penyesuaian</p>
<p>Fungsi penyesuaian dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi membantu terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. Dengan demikian, adanya kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah sebagai penyesuaian lingkungan</p>
<p>3. Fungsi Perbaikan</p>
<p>Meskipun fungsi pencegahan dan penyesuaian telah dilaksanakan, namun siswa yang bersangkutan masih mungkin mengalami masalah-masalah tertentu . Disinilah fungsi perbaikan dari layanan bimbingan dan konseling diperlukan. Bantuan yang diberikan tergantung pada masalah yang dihadapi, baik dalam jenisnya, sifatnya, maupun bentuknya. Pendekaan yang dilakukan dapat berbentuk layanan individual ataupun kelompok</p>
<p>4. Fungsi pengembangan</p>
<p>Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pengembangan artinya, layanan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam mengemangkan keseluruhan pribadinya secara lebih terarah dan mantap. Dalam fungsi ini hal-hal yang sudah dipandang bersifat positif dijaga agar tetap baik dan dimantapkan. Dengan demikian dapat diharapkan siswa dapat berkembang secara optimal.</p>
<p><strong>C. Sasaran Bimbingan dan konseling</strong></p>
<p>Pada dasarnya sasaran layanan bimbingan dan konseling di sekolah ialah pribadi siswa secara perseorangan . Ini tidaklah berarti bahwa pelayanan bimbingan dan konseling bersifat individualistis yang mengutamakan kepentingan individu diatas segala-galanya, akan tetapi bimbingan dan konseling memiliki sasaran mengembangkan apa yang terdapat dalam diri tiap-tiap individu secara optimal agar masing–masing individu dapat sebesar-besarnya berguna bagi dirinya sendiri, lingkungannya, dan masyarakat umum.</p>
<p>Lebih khusus lagi, sasaran pembinaan pribadi siswa melalui layanan bimbingan dan konseling meliputi tahap-tahap pengembangan kemampuan-kemampuan:<br />
1. Pengungkapan, pengenalan dan penerimaan diri</p>
<p>Sering kali kemampuan pengungkapan diri tidak serta merta timbul pada diri seseorang, melainkan memerlukan bantuan orang lain, seseorang harus tahu batas-batas kemampuannya sendiri, bakat dan minat dan lain sebagainya. Hasil pengungkapan diri yang objektif merupakan dasar yang sehat untuk mengenal diri sendiri dan menerima kemampuan yang dimilikinya sendiri pula.</p>
<p>2.   Pengenalan lingkungan</p>
<p>Manusia secara kodrati tidaklah mampu menjalankan hidup dengan sendirian melainkan membutuhkan interaksi dengan orang lain, dalam hal ini adalah lingkungan. Individu yang berada dalam lingkup lingkungan menerima keadaan lingkungan dengan apa adanya, tapi bukan juga harus menerima dan tunduk saja, melainkan mampu bersifat positif terhadap lingkungan itu</p>
<p>3.   Pengambilan Keputusan</p>
<p>Setelah adanya pemahaman diri baik kemampuan yang dimiliki maupun tetang kelemahan yang ada dalam diri individu yang terpenting dalam menentukan keberhasilan layanan bimbingan dan konseling adalah kemampuan individu dalam mengambil keputusan</p>
<p>4..  Perwujudan Diri</p>
<p>Tujuan akhir dari bimbingan adalah perwujudan diri sendiri sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki individu yang dilakukan tanpa adanya paksaan dari pihak laindan sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat.</p>
<p><strong>D. Jenis-jenis bimbingan di Sekolah</strong></p>
<p>Ada 7 (tujuh) jenis layanan yang dapat dilakukan oleh setiap guru pembimbing untuk setiap satuan pendidikan atau sekolah. Jenis layanan yang mana yang akan digunakan oleh guru pembimbing dalam bidang-bidang (pribadi, sosial, belajar dan karir) tergantung kepada :</p>
<p>a. Keperluan atau kebutuhan di sekolah<br />
b. Program layanan yang sudah disusun di sekolah<br />
Setiap jenis layanan yang disebutkan memerlukan waktu 2 jam untuk satu kali kegiatan layanan bimbingan. Jenis layanan tersebut antara lain:</p>
<p>1.   <em>Layanan Orientasi </em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa dan pihak lain yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap siswa (terutama orang tua siswa) memahami lingkungan sekolah yang baru dimasukinya.</p>
<p>2.   <em>Layanan Informasi</em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa dan pihak lain yang dapat memberikan pengaruh besar kepada siswa (orang tua) menerima dan memahami informasi pendidikan</p>
<p>3.   <em>Layanan penempatan</em> dan penyuluhan yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat, misalnya; penempatan dan penyaluran di dalam kelas; kelompok belajar; jurusan atau program khusus.</p>
<p>4.   <em>Layanan bimbingan dan pembelajaran</em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan siswa berkenaan dengan sikap kebiasaan belajar yang baik dan cocok.</p>
<p>5.   <em>Layanan konseling perorangan</em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa dapat mendapatkan layanan langsung tatap muka dengan pembimbing dalam rangka pembahasan dan pemecahan masalah</p>
<p>6.   <em>Layanan bimbingan kelompok</em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan informasi</p>
<p>7.   <em>Layanan konseling kelompok</em> yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh kesempatan untuk membahas dan pemecahan maslaah melalui dinamika kelompok yang berbeda</p>
<p><strong>E.  Bimbingan Karir bagi siswa</strong></p>
<p>Menurut Ruslan Abdul gani bimbingan karir adalah “uatu proses bantuan layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa atau remaja) agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya dan dapat mengenal dunia kerja merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang diharapkan yang menentukan pilihannya dan mengambil suatu keputusan”</p>
<p>Layanan bimbingan karir merupakan layanan yang diberikan pembimbing kepada klien dalam memecahkan masalah karir yang dihadapi klien. Dibawah ini akan diuaraikan beberapa pendapat tentang bimbingan karir yaitu sebagai berikut:</p>
<p>1.   Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha membantu individu dalam memecahkan masalah karir ( pekerjaan ) untuk memperoleh penyesuaian sebaik-baiknya dengan masa depannya.</p>
<p>2.   Bimbingan karir merupakan proses membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja diluar, mempertemukan gambaran tentang diri tersebut dengan dunia kerja itu. Dan pada akhirnya dapat :</p>
<p>a.   Memilih bidang pekerjaan</p>
<p>b.    Menyiapkan diri untuk bidang pekerjaan</p>
<p>c.   Membina karir dalam bidang tersebut</p>
<p>d.   Bimbingan karir adalah program pendidikan yang merupakan layanan terhadap siswa agar siswa:</p>
<p>-     Mengenal dirinya sendiri</p>
<p>-     Mengenal dunia kerja</p>
<p>-     Dapat memutuskan apa yang diharapkan dari pekerjaan dan<br />
-     Dapat memutuskan bagaimana bentuk kehidupan yang diharapkan</p>
<p>disamping pekerjaan untuk mencari nafkah</p>
<p>3.   Bimbingan karir membantu siswa dalam mengambil keputusan mengenai karir atau pekerjaan utama yang mempengaruhi hidupnya dimasa mendatang</p>
<p>Dari keempat pendapat tersebut diatas mengenai bimbingan karir ini terdapat perbedaan-perbedaan dalam penyampaiannya, namun terdapat persamaan-persamaan mengenai :</p>
<ol>
<li>Bantuan, layanan, dan cara pendekatan</li>
<li>Individu, seseorang, siswa dan remaja</li>
<li>Masalah karir, penyesuaian diri, persiapan pemahaman diri, dan pengenalan dunia kerja, perencanaan masa depan, bentuk kehidupan yang diharapkan, serta pemilihan keputusan yang diambil oleh individu yang bersangkutan.</li>
</ol>
<p><strong>F.   Pentingnya Pemilihan Karir bagi siswa</strong></p>
<p>Karir bagi siswa bukan hal yang mudah untuk ditentukan dan menjadi pilihan yang sesuai dengan kemampuan yang miliki namun haruslah ditentukan. Untuk membentukan hal demikian harus didasarkan pada keputusan siswa itu sendiri yang didasarkan pada pemahaman tentang kemampuan dan minat serta pengenalan karir yang ada di masyarakat.</p>
<p>Keberhasilan siswa dalam pemilihan karir yang tepat tidaklah semudah seperti apa yang dibayangkan, agar siswa mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pilihan karir atau pekerjaan, menurut Hoppock yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengemukakan pokok-pokok pikirannya yang terdiri dari sepuluh butir yang kemudian dijadikan tulang punggung dari teorinya. 10 butir tersebut antara lain:</p>
<ol>
<li>Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan</li>
<li>Pekerjaan, jabatan atau karir yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan atau karir itu paling tidak memenuhi kebutuhannya</li>
<li>Pekerjaan, jabatan atau karir tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya</li>
<li>Kebutuhannya yang timbul, mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan untuk tujuan tetentu</li>
<li>Pemilihan jabatan/karir akan menjadi lebih baik apabila seseorang mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya</li>
<li>Informasi mengenai jabatan/karir akan membantu dalam pemilihan jabatan/karir yang diinginkan</li>
<li>Informasi mengenai jabatan/ karir akan membantu dalam memilih jabatan/ karir karena informasi tersebut membantunya dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya</li>
<li>Kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai tidaknya pemenuhan kebutuhan seseorang</li>
<li>Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang/ masa yang akan dating</li>
</ol>
<p>10. Pemilihan pekerjaan selalu dapat berubah apabila seseorang yakin bahwa perubahan tersebut lebih baik untuk pemenuhan kebutuhannya.</p>
<p>Dari dasar teori tersebut tidaklah mungkin siswa dapat menentukan karir tanpa bantuan dan bimbingan dari konselor, karena disadari atau tidak untuk dapat memahami kemampuan diri siswa tidaklah mungkin muncul dengan sendirinya, akan tetapi diperlukan bimbingan dan arahan dari konselor.</p>
<p><strong>D. Faktor Yang mempengaruhi Pemilihan Karir</strong></p>
<p>Kesulitan yang dialami siswa dalam memilih dan menentukan karir tidaklah dapat dipungkiri, banyak siswa yang kurang memahami bahwa karir merupakan jalan hidup dalam usaha mengapai kehidupan yang baik dimasa mendatang.</p>
<p>Faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam pemilihan karir antara lain:<br />
1.   Faktor yang ada dalam diri siswa</p>
<p>Diantaranya adalah: tingkat intelegensi, sikap mental,Jenis kelamin, agamam dan minat terhadap suatu karir</p>
<p>2.   Faktor di luar siswa</p>
<p>Diantaranya; tingkat ekonomi keluarga, minat orang tua dan kondisi sosial masyarakat</p>
<p>Dari kedua faktor tersebut diatas merupakan faktor yang mendasar, namun masih banyak lagi faktor yang menyertai kesulitan siswa dalam memilih karir, salah satu faktornya adalah faktor kebutuhan, seperti apa yang disampaikan oleh <em>A.H. Maslow yang dikutip oleh Moh. Surya</em> menyatakan bahwa kebutuhan manusia terdapat lima macam yaitu:</p>
<ol>
<li>Kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan yang erat kaitannya dengan kebutuhan jasmani</li>
<li>Kebutuhan rasa aman yaitu memperoleh rasa aman, bebas dari rasa takut, ketegangan, kelaparan dan kehilangan</li>
<li>Kebutuhan sosial yaitu kebutuhan untuk memiliki dan butuh bantuan dari orang lain misalnya, bergaul, berorganisasi, berkelompok dan saling mengenal</li>
<li>Kebutuhan untuk memperoleh penghargaan yaitu untuk mempertahankan harga dirinya dan kebutuhan untuk dihargai, misalnya memperoleh Penghormatan</li>
<li>Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri yaitu: untuk menampakkan dirinya sebagai seorang pribadi yang khas (berbeda dari orang lain)</li>
</ol>
<p><strong>E. Upaya Mengatasi Masalah Pemilihan Karir Siswa</strong></p>
<p>Keberhasilan siswa dalam menentukan dan memilih karir amatlah ditentukan dari kemampuan guru pembimbing memberikan gambaran dan memberikan keyakinan kepada siswa tentang kemampuan dan potensi yang dimiliki serta mampu mengarahkan siswa menuju karir yang sesuai dengan kemampuannya tersebut.</p>
<p>Dalam memberikan keyakinan dan munculnya kepercayaan siswa terhadap guru pembimbing setidaknya guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Perlakuan terhadap siswa sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri</li>
<li>Sikap positif dan wajar</li>
<li>Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenangkan</li>
<li>Pemahaman siswa secara empatik</li>
<li>Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu</li>
<li>Penampilan diri secara asli dihadapan siswa</li>
<li>Kekongkritan dalam menyatakan diri</li>
<li>Penerimaan siswa secara apa adanya</li>
<li>Perlakuan siswa secara premisive.Kepekaan terhadap parasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa menyadari dari perasaan itu</li>
</ol>
<p>10. Penyesuaian diri terhadap keadaan khusus</p>
<p>Kesadaran bahwa tujuan pengajaran bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. Jika hal tersebut sudah dilaksanakan oleh guru pembimbing maka tidak akan kesulitan bagi guru pembimbing untuk mengarahkan siswa ketempat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa tersebut.</p>
<p><strong>F.   Kesimpulan</strong></p>
<ol>
<li>Layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan pilihannya sendiri dan menanggung segala bentuk resiko yang akan dihadapi kelak.</li>
<li>Guru bimbingan dan konseling diharapkan memberikan arahan dan informasi tentang karir yang akan diambil oleh siswa. Guru bimbingan dan konseling membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya</li>
<li>Pemberian layanan bimbingan dan konseling karir di sekolah yang efektif dan memiliki kontinuitas akan bermanfaat bagi siswa untuk  memperoleh berbagai macam informasi karir, jabatan, pemahaman, diri, pengambilan keputusan sendiri, dan memecahkan masalah itu sendiri.</li>
<li>Kemampuan siswa terhadap pemahaman kemampuan dan potensi diri tersebut merupakan indikasi keberhasilan layanan bimbingan dan konseling karir. Efektif tidaknya layanan bimbingan dan konseling karir yang dilaksanankan di sekolah tergantung pada kemampuan siswa untuk mengambil keputusan tentang karir dan menanggung segala bentuk resiko yang akan dihadapinya kelak</li>
</ol>
<p><strong>G.  Saran</strong></p>
<ol>
<li>Disarankan kepada guru bimingan dan konseling dalam membantu siswa menentukan karir dilakukan secara berkesinambungan dan adanya ketuntasan, sehingga siswa yang mendapat bimbingan dapat memahami dengan pasti kemampuan yang dimilikinya</li>
<li>Guru bimbingan dan konseling mengambil langkah preventif kepada siswa yang memiliki masalah dalam pemilihan karir</li>
<li>Menyediakan waktu yang seluas-luasnya kepada siswa baik yang memiliki maslaah ataupun yang tidak memiliki masalah</li>
</ol>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bimo Walgito,Bimbingan dan Pentuluhan Di sekolah,1983, Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta</p>
<p>Dewa Ketut Sukardi, 1984, Bimbingan karir di sekolah, Ghalia Indonesia, Jakarta</p>
<p>…………….., 1997,Pengantar Teori Konseling, Ghalia Indonesia, Jakarta</p>
<p>Djumhur I dan Moh. Surya, 1975, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, , CV. Ilmu, Bandung</p>
<p>Moh. Surya,Pengantar Psikologi Pendidikan,1979,BP FIP IKIP, Bandung</p>
<p>Moh. Surya dan Rochman Natawidjaja, 1993, Pengantar bimbingan dan Penyuluhan, Jakarta Universitas Terbuka</p>
<p>Prayitno H. Dan Eman Amti,1999, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling,Rineka Cipta, Jakarta</p>
<p>Rochmat Natawijaya, 1997,Penyuluhan di Sekolah, Firma Hasmer, Jakarta</p>
<p>Ruslan Abdul Gani, 1995, Bimbingan dan konseling, Pamator Pressindo, Jakarta</p>
<p>Slameto, 2010, Materi Kuliah Bimbingan Konseling, Fak Pasca Sarjana, UKSW, Salatiga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=240&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/04/13/peran-bimbingan-dan-konseling-dalam-mengatasi-masalah-kesulitan-pemilihan-karir-siswa-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/04/ikon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ikon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan TI dalam Kegiatan Belajar Mengajar</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/21/pemanfaatan-ti-dalam-kegiatan-belajar-mengajar/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/21/pemanfaatan-ti-dalam-kegiatan-belajar-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 13:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[ICT. Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Belajar Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Machfud Herman S Pendahuluan John Naisbit, penulis buku Megatrend 2000, mengatakan bahwa saat ini kita telah memasuki gelombang ketiga, yakni perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi  telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan ini? Kalau diibaratkan teknologi informasi itu adalah arus badai, maka sekurang-kurangnya ada tiga sikap dalam menghadapi perubahan teknologi informasi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=178&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>oleh : Machfud Herman S</strong></p>
<ol>
<li><strong>Pendahuluan </strong></li>
</ol>
<p>John Naisbit, penulis buku<strong><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/02/seminar2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-184" title="seminar2" src="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/02/seminar2.jpg?w=271&#038;h=221" alt="" width="271" height="221" /></a></strong> Megatrend 2000, mengatakan bahwa saat ini kita telah memasuki gelombang ketiga, yakni perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi  telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan ini? Kalau diibaratkan teknologi informasi itu adalah arus badai, maka sekurang-kurangnya ada tiga sikap dalam menghadapi perubahan teknologi informasi. Pilihan <em>pertama</em> membangun dinding yang kokoh agar tidak terkena badai tersebut, pilihan <em>kedua</em> berdiam diri dan membiarkan diri kita terbawa arus, pilihan <em>ketiga</em> memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi. Pilihan manakah yang kita ambil? Tentu terpulang kepada diri kita masing-masing, Namun demikian, pasti kita sepakat bahwa pilhan terbaik adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi.</p>
<p>Kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi (selanjutnya disebut TI) telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara menjadi tiada dan negara-negara di dunia terhubungkan menjadi satu kesatuan yang disebut global village atau desa dunia. Melalui Pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja, di mana saja,dan kapan saja dikehendaki.</p>
<p><span id="more-178"></span></p>
<p>Satu bentuk produk Teknologi Informasi adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. Teknologi Informasi telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.</p>
<p>Negara Indonesia telah berkomitmen untuk memasuki dan mengimplementasikan teknologi informasi untuk pendidikan. Sejak tahun 1990 telah dilakukan berbagai macam uji coba pendidikan berbasis Teknologi Informasi terutama pada jenjang pendidikan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) . Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang pendidikan (Ari Kusnandar, 2008:18)</p>
<p><strong>2. Potensi Teknologi Informasi dalam Pembelajaran</strong></p>
<p>Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk mengubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (<em>teacher centered learning</em>) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (<em>student-centered learning</em>). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (<em>thinking and learning skils)</em>. Kecakapan-kecakapan tersebut di antaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (<em>problem solving</em>), berpikir kritis (<em>critical thinking</em>), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya (Alim Bachri,2009)</p>
<p>Guru tidak saja dituntut untuk membimbing, memotivasi siswa agar menguasai kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya, tapi juga dituntut agar siswa menguasai kecakapan  hidup (<em>life skills) </em>yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup di abad 21. Kecakapan Abad 21  (<em>21th Century Skills) </em>merupakan kecakapan hidup yang harus dikuasai untuk menghadapi tantangan di abad 21.</p>
<p>Para siswa yang memasuki masa kedewasaan di abad 21 menghadapi tugas dan tantangan yang tidak terbayangkan oleh para pendahulunya. Menghadapi pasokan berbagai alat digital yang tidak pernah berakhir dan informasi yang berlimpah, seseorang pada masa kini harus menguasai banyak kemampuan dan strategi yang dulu dianggap tidak penting bagi kesuksesan generasi sebelumnya. Kecakapan Abad 21 ini terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi – Melatih tanggung jawab dan fleksibilitas dalam diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan  masyarakat; membuat dan memenuhi standar dan cita-cita yang tinggi bagi dirinya sendiri dan orang lain, bertoleransi terhadap ketidakpastian.</li>
<li>Kreatifitas dan Ketertarikan Intelektual – Mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengkomunikasikan ide-ide baru kepada orang lain, tetap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.<strong> </strong></li>
<li>Berpikir Kritis dan Berpikir dengan Sistem<em> (Critical Thinking)</em>–<strong> </strong>Melatih alasan-alasan dalam pemahaman dan membuat berbagi pilihan yang rumit, memahami interkoneksi diantara sistem.</li>
<li>Kecakapan Menguasai Media dan Informasi – Menganalisa, mengakses, mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam segala bentuk media</li>
<li>Kecakapan Interpersonal dan Kolaboratif – Menunjukkan kerjasama dan kepemimpinan; beradaptasi di berbagai macam peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan orang lain; melatih empati; menghargai perbedaan pandangan.</li>
<li>Identifikasi, Formulasi, dan Solusi Masalah – Kemampuan untuk menangkap, menganalisis dan menyelesaikan masalah</li>
<li>Pengarahan Diri Sendiri (<em>self direction) </em>-  Memantau pemahaman diri sendiri seseorang dan berbagai kebutuhan belajar, menempatkan sumber daya yang tepat, mentransfer pelajaran dari satu bidang ke bidang lain</li>
<li>Tanggung jawab Sosial – Bertanggung jawab kepada kepentingan masyarakat yang lebih luas; menunjukan perilaku yang etis dalam kehidupan pribadi, lingkungan kerja, dan lingkungan bermasyarakat.</li>
</ul>
<p>(Intel Corporation, 2007:9)</p>
<p>Untuk menjawab permasalahan tersebut pembelajaran saat ini memerlukan model pendekatan baru yang mengubah setiap kegiatan pembelajaran menjadi bermakna bagi setiap peserta didik. Guru harus mampu menghubungkan antara konsep/tema/pokok bahasan dengan dinamika lingkungan  kehidupan peserta didik. Dengan bermaknanya pembelajaran akan meningkatkan minat belajar peserta didik. Ini adalah sebuah tantangan baru  bagi setiap guru.</p>
<p>Teknologi informasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk menjawab tantangan ini. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan belajar mengajar secara tepat diharapkan akan mampu membuat proses pembelajaran lebih bermakna, mengingat  berbagai potensi teknologi informasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>Potensi teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran secara langsung maupun tidak langsung adalah:</p>
<ol>
<li>Teknologi Informasi  sebagai Tool (alat)</li>
</ol>
<p>Dalam aplikasinya sebagai tool biasa digunakan untuk :</p>
<p>1)    kalkulasi biasa</p>
<p>2)    Menyajikan informasi yang dapat diulang-ulang sesuai keperluan dan kecepatan respon siswa</p>
<p>3)    Menggambar dan membuat grafik</p>
<p>4)    Alat bantu mengajar, seperti demonstrasi pelajaran</p>
<p>5)    Penyimpanan data yang dapat ‘dibuka’ untuk pengajaran’pemecahan masalah’</p>
<p>6)    Simulasi dan permainan</p>
<ol>
<li>Teknologi Informasi sebagai Tutor</li>
</ol>
<p>Sebagai tutor komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya dsebagai berikut :</p>
<p>1)    komputer menampilkan suatu informasi</p>
<p>2)    siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan;</p>
<p>3)    komputer menevaluasi jawaban siswa;</p>
<p>4)    komputer menentukan apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban tersebut.</p>
<p>Dalam aplikasi sebagai tutor komputer dapat digunakan untuk kepentingan :</p>
<p>1)    Latihan sekaligus membeikan umpan balik bagi siswa</p>
<p>2)    Mereview pencapaian belajar</p>
<p>3)    Menyelenggarakan pembelajaran remedial tentang pengetahuan dasar</p>
<p>4)    Melaksanakan tes, baik pilihan ganda maupun yang lain, yang hasilnya segera diketahui siswa</p>
<p>5)    Pekerjaan rumah</p>
<p>6)    Dialog instruksional</p>
<p>7)    Sebagai sumber belajar</p>
<p><strong>3. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar</strong></p>
<p>Pengaruh penggunaan TI telah masuk dalam dunia pendidikan, dan telah membawa dampak positip yang besar dalam sistem pendidikan di Indonesia, serta menciptakan suatu paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara khusus TI mempunyai kemampuan dan kontribusi yang sangat besar dalam mengubah l<em>earning and teaching process</em>, dan budaya belajar. Perubahan paradigma ini, lebih mengarah pada terciptanya budaya l<em>earning how to learn</em>,dan budaya <em>long life learning</em> yang tidak tergantung tempat dan waktu.</p>
<p>Keunggulan TI yang diperankan oleh Internet dalam menyediakan informasi apa saja, yang ditayangkan secara multimedia, telah membawa perubahan dalam budaya belajar khususnya dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Saat ini, banyak lembaga pendidikan (berbagai negara, telah menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan menggunakan bantuan TI. Pendidikan seperti ini dinamakan sebagai e-Education, e-Learning, e-Campuss, e-Digital, Tele-Education, Cyber-Campus, Virtual Universiy, dll. yang juga dilengkapi dengan digital librarv atau virtual-library termasuk di dalamnya e-book.</p>
<p>Menurut Wahyu Purnomo (2009:4) pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat membuat proses pembelajaran lebih bermakna,, pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan memiliki keunggulan dalam meraih segala informasi secara utuh yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan siswa.</p>
<p>Beberapa contoh pemanfaatan teknologi informasi dalam proses beajar mengajar adalah:</p>
<ol>
<li>Penggunaan animasi/multimedia</li>
<li>Virtual Lab (Laboratorium Virtual)</li>
<li>Aplikasi internet yang  dapat membatu proses belajar mengajar, yaitu:</li>
</ol>
<p>1)    Google : google <em>search,google earth, google skies, google translate, google directory, google maps, google mail</em></p>
<p>2)    Komunikasi: <em>email, mailinglist, forum, chat. </em></p>
<p>3)    <em>Word Wide Web (www.)</em></p>
<p>4)    <em>Blog</em></p>
<p>5)    <em>Digital Library</em></p>
<p>6)    <em>E-learning</em></p>
<p>7)    <em>Video on Demand: youtube, metacafe</em></p>
<p>8)    <em>Wikipedia</em></p>
<p>9)    Jejaring Sosial<em> : Facebook, Friendster</em></p>
<p>Seorang guru tidak dituntut untuk menguasai aplikasi TI untuk memproduksi atau membuat animasi atau multimedia, karena banyak aplikasi multimedia dan animasi yang bisa didapatkan secara gratis di internet. Yang penting adalah guru dapat mengoperasikan aplikasi tersebut serta software-sofware yang dapat mendukung proses belajar mengajar.</p>
<p><strong>4.   Prasyarat Pemanfaatan TI dalam Proses Belajar Mengajar</strong></p>
<p>Untuk mewujudkan keberhasilan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa persyaratan agar dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, yaitu tersedianya sarana prasarana yang menunjang pembelajaran berbasis TI (Mahmud, 2008:13). .Lebih lanjut dijelaskan dalam (<a href="http://ict.dinpendikpkp.go.id/">http://ict.dinpendikpkp.go.id</a>) beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK adalah:</p>
<p>1.  Siswa dan Guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru. Ini berarti sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti tersedianya komputer/laptop, jaringan komputer, internet, laboratorium komputer, peralatan multimedia seperti CD, DVD, Web Camera dan lain-lain.</p>
<p>3.  Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.</p>
<p>4. Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk untuk  mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana Teknologi Informasi</p>
<p>5. Dan yang tak kalah penting adalah, adanya kemauan dari semua pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.</p>
<p>Kendala utama pemanfaatan Teknolagi informasi di sekolah adalah minimnya anggaran untuk belanja pealatan TI dan mahalnya biaya akses internet. Apalagi sumber daya manusia sebagai pendukung juga masih minim.</p>
<p><strong>5. Penutup</strong></p>
<p>Suatu proses pembelajaran akan lebih mudah dipelajari dan dipahami siswa jika para guru mampu dalam memberi kemudahan bagi siswanya sedemikian sehingga para siswa dapat mengaitkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya Untuk itu semua, Guru bisa  memanfaatkan TIK untuk menyiapkan serta mencipkan pembelajaran bermakna</p>
<p>Ada beberapa tools, serta aplikasi Internet untuk mendukung Guru dalam penerapan pembelajaran bermakna, antara lain : eMail, Mailing List/Forum, Web 2.0, Digital Library, Video on demand, Wikipedia, Blog, Jaringan Sosial,</p>
<p>Koneksi internet memang belum murah di Indonesia, namun sudah semakin mudah, untuk perseorangan bisa menggunakan jaringan telepon, WiFi HotSpot, bahkan melalui handphone (GPRS, 3G, 3 G CDMA).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Disampaikan pada <strong>Seminar Nasional &#8220;Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Peningkatan Kemampuan Penulisan Karya Ilmiah dan Pemanfaatan Teknologi Informasi</strong> di Temanggung pada hari <strong>Sabtu, 27 Juni 2009</strong></p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ade Kusnandar, <strong><em>TIK untuk Pembelajaran. </em></strong>Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan. Depdiknas. Jakarta, 2008</p>
<p><a href="http://www.makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknlogi%20informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/">http://www.makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknlogi informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/</a></p>
<p><a href="http://www.gurutisna.blogspot.com/2008/01/pemanfaatan-ti-untuk%20pembelajaran">http://www.gurutisna.blogspot.com/2008/01/pemanfaatan-ti-untuk pembelajaran</a><strong>.html</strong></p>
<p>Intel Corporation. <strong><em>Program Pelatihan Intel Teach: Getting Started,</em></strong> Intel Educatin. Jakarta, 2008</p>
<p>Wahyu Purnomo, <strong><em>Konsep dan Implementasi TIK dalam Pendidikan</em></strong>, Seminar Nasional ICT di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 2007</p>
<p>Wahyu Purnomo, <strong><em>Pembelajaran Berbasis ICT</em>, “Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT”</strong> di Universitas Islam Malang, 2-3 Januari 2007.</p>
<p style="text-align:center;">Zamroni, <strong><em>Paradigma Pendidikan Masa Depan. </em></strong>Bigraf Publising. Yogyakarta. 2001</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=178&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/21/pemanfaatan-ti-dalam-kegiatan-belajar-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2010/02/seminar2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">seminar2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Bimbingan Konseling</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/03/manajemen-bimbingan-konseling/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/03/manajemen-bimbingan-konseling/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 22:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen BK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[by : Machfud Herman S Bimbingan adalah proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial), sedangkan konseling adalah proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=175&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by : Machfud Herman S</p>
<p>Bimbingan adalah proses pemberian bantuan (<em>process of helping</em>) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial), sedangkan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya <em>(Slameto, 2010).</em></p>
<p>Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengharuskan sekolah untuk mengalokasikan 2 (dua) jam pelajaran per minggu bagi pelajaran pengembangan diri. Hal ini berati di setiap sekolah paling tidak harus dialokasikan 2 jam pelajaran bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan bimbingan secara klasikal. Namun dalam praktiknya, beberapa sekolah bahkan meniadakan jam khusus untuk layanan bimbingan klasikal kepada siswa. Layanan bimbingan klasikal biasanya dilakukan apabila ada guru yang berhalangan hadir dan jam pelajaran ini dimanfaatkan bagi guru Bimbingan Konseling untuk mengadakan layanan bimbingan kelompok/klasikal.</p>
<p><span id="more-175"></span></p>
<p>Kenyataan ini menunjukkan bahwa manajemen sekolah belum memberikan tempat yang memadai bagi layanan bimbingan di sekolah. Beberapa hal yang diduga menyadi penyebab atau melatar belakangi kebijakan sekolah tersebut antara lain: <em>(Fajar Santohadi, 2006)</em></p>
<ol>
<li>Sekolah masih menfokuskan pada pengembangan kompetensi akademis atau kognitif saja. Apalagi dengan adanya Ujian Nasional, maka siswa-siswa di tingkat akhir lebih difokuskan untuk mata pelajaran yang di-Ujian Nasional-kan.</li>
<li>Penentu kebijakan (manajemen sekolah) memahami Bimbingan Konseling hanya sebagai pertemuan individual saja (konseling) terutama untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh siswa (fungsi kuratif).</li>
<li>Tidak adanya program Bimbingan Konseling yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan membuat siswa, pengelola sekolah dan stakeholder sulit memberikan kepercayaan pada Bimbingan Konseling. Pengelola atau guru bimbingan konseling selama ini masih menganggap bahwa program bimbingan konseling merupakan daftar aktifitas yang mengacu pada pola 17 tetapi tidak menonjolkan isi yang akan digarap untuk mengembangkan aspek afektif, nilai, sikap dan prilaku positif siswa.Padahal pola 17 yang sering menjadi program konselur itu hanya merupakan ‘bungkus’ bukan isi.</li>
</ol>
<p>Kebijakan meniadakan jam bimbingan kelompok/klasikal ini mengakibatkan fungsi pengembangan kemampuan siswa, fungsi pencegahan dan fungsi pemeliharaan bimbingan dan konseling dalam aspek perkembangan personal edukasional dan karir tidak dapat dijalankan secara utuh. Ketidak mengertian dan prasangka manajemen sekolah bahwa bimbingan dan konseling hanya membuang-buang waktu dan tidak memberikan sumbangan yang berarti pada perkembangan siswa menyebabkan sulitnya mendapatkan dukungan sekolah terdadap program bimbingan dan konseling.</p>
<p>Menurut <em>Akhmad Sudrajat (2008)</em> bahwa dimasa mendatang Bimbingan dan Konseling di Indonesia tidak lagi bersandar pada Konsep <strong><em>Pola 17</em></strong> yang selama ini digunakan dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah, tetapi justru akan lebih mengembangkan model bimbingan dan konseling yang komprehensif dan berorientasi pada perkembangan, yang didalamnya terdiri dari empat komponen utama program bimbingan dan konseling, yaitu :</p>
<ol>
<li><em>Layanan Dasar</em><em>;</em> yakni layanan bantuan kepada peserta didik melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Tujuan layanan ini adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, memperoleh keterampilan hidup, yang dapat dilakukan melalui strategi layanan klasikal dan strategi layanan kelompok.</li>
<li><em>Layanan Responsif</em>; yaitu layanan bantuan bagi peserta yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan dengan segera”. Tujuan layanan ini adalah membantu peserta didik agar dapat mengatasi masalah yang dialaminya yang dapat dilakukan melalui strategi layanan konsultasi, konseling individual, konseling kelompok, referal dan bimbingan teman sebaya.</li>
<li><em>Layanan Perencanaan Individual;</em><strong> </strong>yaitu bantuan kepada peserta didik agar mampu membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahannya. Tujuan layanan ini adalah agar peserta didik dapat memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan, merencanakan, atau mengelola pengembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karier, dapat melakukan kegiatan atau aktivitas berdasarkan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukannya, yang dapat dilakukan melalui strategi penilaian individual, penasihatan individual atau kelompok.</li>
<li><em>Layanan dukungan sistem;</em><strong> </strong>yaitu kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan dan konseling di sekolah secara menyeluruh melalui pengembangan profesional; hubungan masyarakat dan staf; konsultasi dengan guru lain, staf ahli, dan masyarakat yang lebih luas; manajemen program; dan penelitian dan pengembangan.</li>
</ol>
<p>Perubahan paradigma dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa profesi bimbingan dan konseling bersifat dinamis. Dinamika di dalam melaksanakan tugas merupakan manifestasi kompetensi dan profesionalisme dari seorang konselor. Kemampuan mensiasati dan memilih stetegi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan akan menjadi amunisi yang ampuh untuk mampu menghadapi berbagai dinamika dan perubahan yang dihadapi. Untuk itu, pemahaman mengenai beberapa peran guru bimbingan dan konseling (konselor) perlu diperhatikan dengan baik.</p>
<p>Barruth dan Robinson dalam  Muhammda Nur Wangid  (2009) menjelaskan beberapa peran yang lazim dilakukan oleh seorang konselor:</p>
<ol>
<li><em>1. </em><em>Konselor sebagai seorang konselor</em></li>
</ol>
<p>Pemaknaan konseling sebagai suatu layanan bagi siapapun juga yang mencari bantuan dari seseorang  yang terlatih secara professional (konselor), dan layanan yang diberikan bisa secara individu atau kelompok dengan cara mengarahkan konseli untuk memahami dan menghadapi situasi kehidupan nyata sehingga bisa membuat suatu keputusan berdasarkan pemahaman tersebut untuk kebahagiaan hidupnya adalah peranan kunci bagi konselor professional di semua seting layanan. Fokus konseling dalam pengertian tradisional ini bermakna membantu individu atau sekelompok individu untuk (a) mencapai tujuan-tujuan intrapersonal dan interpersonal, (b)  mengatasi kekurangan-kekurangan pribadi  dan kesulitan-kesulitan perkembangan, (c) membuat keputusan, dan membuat perencanaan untuk perubahan dan perkembangan, (d) meningkatkan kesehatan fisik maupun mental dan kebahagian mencapai kebahagiaan secara kolektif. Peran tersebut mengimplikasikan perlunya keahlian dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, ketrampilan interpersonal, ketrampilan pembuatan keputusan dan pemecahaman masalah, ketrampilan social, intervensi krisis perkembangan, orientasi teoritis untuk membantu. Untuk itu fungsi yang dilakukan antara lain melakukan wawancara, penilaian, evaluasi, diagnosis.</p>
<ol>
<li><em>2. </em><em>Konselor sebagai seorang konsultan</em></li>
</ol>
<p>Konselor yang efektif  akan membangun atau memiliki jalinan kerja sama dengan berbagai pihak demi kepentingan konseli, sehingga peran yang dilakukan tidak hanya terbatas pada “konselor sebagai konselor” saja. Apalagi dalam masa keterbukaan sekarang ini peran “konselor sebagai konsultan” menjadi tuntutan yang harus dipenuhi. Konselor diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak lain yang dapat mempengaruhi diri konseli seperti kepala sekolah, orang tua, guru, dan sebagainya yang mempengaruhi kehidupan konseli.</p>
<ol>
<li><em>3. </em><em>Konselor sebagai agen perubahan</em></li>
</ol>
<p>Peran yang hampir serupa dengan peran sebagai konsultan adalah peran sebagai agen perubahan. Peran sebagai agen perbahan bermakna bahwa keseluruhan lingkungan dari konseli harus dapat berfungsi sehingga dapat mempengaruhi kesehatan mental menjadi lebih baik, dan konselor dapat mempengunakan lingkungan tersebut untuk memperkuat atau mempertinggi berfungsinya konseli.  Dalam hubungan ini maka perlu keahlian pemahaman tentang sistem lingkungan dan sosial, dan mengembangkan ketrampilan tersebut untuk merencanakan dan menerapkan perubahan dalam lembaga, masyarakat, atau  sistem.  Fungsi yang berkaitan dengan peran ini antara lain analisis sistem, testing dan evaluasi, perencaaan program,  perlindungan konseli (<em>client advocacy</em>), <em>networking</em>, dan sebagainya.</p>
<ol>
<li><em>4. </em><em>Konselor sebagai seorang agen pencegahan utama </em></li>
</ol>
<p>Peranan yang ditekankan di sini adalah sebagai agen untuk mencegah perkembangan yang salah dan atau mengulang kembali kesulitan. Penekanan dilakukan terutama dengan memberikan strategi dan pelatihan pendidikan sebagai cara untuk memperoleh atau meningkatkan ketrampilan interpersonal. Untuk itu konselor perlu antara lain pemahaman dan keahlian tentang dinamika kelompok, <em>normal human development, </em>psikologi belajar, teknologi pembelajaran dan sebagainya. Fungsi konselor dalam hal ini misalnya keterlibatan konselor dalam merancang kurikulum.</p>
<ol>
<li><em>5. </em><em>Konselor sebagai m</em><em>an</em><em>ajer</em></li>
</ol>
<p>Konselor selalu memiliki sisi peran selaku administrator. Sehubungan dengan itu konselor harus sanggup menangani berbagai segi program pelayanan yang memiliki ragam variasi pengharapan dan peran seperti telah dikemukakan di atas.  Untuk itu perlu keahlian dalam perencanaan program,<em> </em>penilaian kebutuhan<em>, </em>strategi evaluasi program, penetapan tujuan, pembiayaan, dan pembuatan keputusan. Oleh karena itu beberapa fungsi konselor yang terkait dengan hal tersebut adalah menjadwalkan kegiatan, melakukan testing, penelitian, melakukan penilaian kebutuhan, sampai dengan menata file data.</p>
<p>Berbagai peran yang ditanggung atau disandang seorang konselor dapat menjadi sesuatu yang berakibat konstruktif atau sebaliknya negatif.  Berakibat negatif jika peran yang seharusnya dilakukan oleh konselor dipandang sebagai beban, sehingga justru menurunkan kinerja dan penghargaan dari pihak lain. Bermakna konstruktif apabila konselor dapat melaksanakan peran-peran tersebut secara tepat sesuai dengan kebutuhan dan konteks sehingga menjadikan kinerjanya semakin efektif  baik dalam arti prestasi sesuai keinginan (artinya antara keinginan awal dengan hasil yang diperoleh sesuai) ataupun dalam persepsi pihak lain. Dari perspektif ini berarti kemampuan konselor untuk mengatur perannya menjadi sangat penting.</p>
<p>Program bimbingan dan konseling yang komprehensif membutuhkan kebijakan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran, bimbingan, kegiatan ekstra kurikuler, kebijakan keuangan, sarana dan prasarana, personalian dan lain lain. Program bmbingan dan konseling yang komprehensif membutuhkan dukungan manajemen sekolah yang adil dan setara sehingga sekolah memberikan perhatian yang memadai dan setara terhadap semua unsur yang penting bagi jalanya proses pendidikan. Dukungan finansial yang memadai, fasilitas yang memadai dan pemberian waktu yang memadai untuk bimbingan, pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah adalah bukti kebijakan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka:</strong></p>
<p>Akhmad Sudrajat, <em>Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling,</em> http://www.akhmadsudrajat wordpress.com/2008/01/21/konsep-bimbingan-dan-konseling/</p>
<p>Fajar Santohadi. <em>Profil Bimbingan Konseling di Sekolah,</em> Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2006</p>
<p>Muhammad Nur Wangid, <em>Konselor Menjawab Dinamika Jaman</em>, http://www.konselingindonesia.com/download</p>
<p>Muhammad Surya, <em>Inovasi Bimbingan dan Konseling Menjawab Tantangan Global</em>, http://www.konselingindonesia.com/download</p>
<p>Slameto, Dr, <em>Bahan Kuliah Bimbingan dan Konseling,</em> Program Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=175&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2010/02/03/manajemen-bimbingan-konseling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Televisi Digital</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/10/01/selamat-datang-siaran-televisi-digital/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/10/01/selamat-datang-siaran-televisi-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 11:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[SMK BANSARI]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Audio Video]]></category>
		<category><![CDATA[temanggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Bulan September ini, Pemerintah Indonesia mulai memasyarakatkan rencana penyelenggaraan televisi digital dengan melibatkan 1.500 orang dari 33 provinsi. Mereka berasal dari lembaga penyiaran, institusi terkait, dan masyarkat pemirsa televisi. Siapkah Anda dengan televisi digital? TELEVISI Republik Indonesia (TVRI) telah melakukan soft launching siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada 13 Agustus lalu. Ini merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=170&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan September ini, Pemerintah Indonesia mulai memasyarakatkan rencana penyelenggaraan televisi digital dengan melibatkan 1.500 orang dari 33 provinsi. Mereka berasal dari lembaga penyiaran, institusi terkait, dan masyarkat pemirsa<br />
televisi. Siapkah Anda dengan televisi digital?</p>
<p>TELEVISI Republik Indonesia (TVRI) telah melakukan soft launching siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada 13 Agustus lalu. Ini merupakan masa percobaan televisi digital, yang akan ’’menggusur’’ keberadaan televisi analog.</p>
<p>Ya, era televisi analog bakal benar-benar ditinggalkan. Menkominfo pun menargetkan siaran digital dapat dilakukan secara penuh di seluruh Indonesia mulai tahun 2011, atau paling lambat 2012.</p>
<p>Apa sih yang dimaksud dengan televisi digital? TV digital adalah sebuah teknologi yang diterapkan pada sinyal siaran televisi. Selama ini, sinyal yang ditangkap televisi adalah sinyal analog.</p>
<p>Jadi yang digital bukanlah pesawat televisinya, melainkan sinyal yang mengantarkan program atau siaran yang selama ini kita tonton di televisi, yang diubah dari sinyal analog menjadi sinyal digital.</p>
<p>Migrasi dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dimulai di sejumlah negara maju, beberapa tahun lalu. Di Jerman, misalnya, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak 2003 di Berlin dan 2005 di Muenchen.</p>
<p>Saat ini hampir di seluruh kota besar di Jerman menyiarkan siaran TV digital. Prancis dan Inggris bahkan sudah mulai menghentikan total siaran TV analog.<br />
Di Amerika Serikat, proyek siaran TV digital yang dimulai tahun ini pun memerlukan mandat dari Kongres. Jepang memulai siaran TV digital massal pada 2011.<br />
<strong><br />
Banyak Kelebihan</strong></p>
<p>Siapkah masyarakat Indonesia menyongsong era televisi digital? Sebenarnya tidak ada yang perlu kita khawatirkan dengan kehadiran teknologi baru ini. Kehadirannya justru memberikan banyak kelebihan dan keuntungan bagi pelanggan.</p>
<p>Apa saja keunggulannya? Dibandingkan dengan sinyal analog, sinyal digital dapat menghasilkan gambar yang lebih halus dan tajam. Desain dan implementasi sistem ini terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar.<br />
TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Untuk itulah diperlukan kanal dengan laju tinggi.</p>
<p>Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, meski pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Selain itu, sistem ini juga bisa mengurangi efek noise secara drastis, kemudahan untuk diperbaiki (recovery) pada penerima dengan kode koreksi error (error correction code), serta dapat mengurangi efek doppler akibat pergerakan di TV yang bergerak seperti di mobil, bus, kereta atau telepon selular.</p>
<p>Keunggulan lainnya, sinyal digital ini dapat menampung program atau siaran dalam satu kemasan. Sebab, sifat sinyal digital yang less bandwith atau irit pemakaian bandwith.</p>
<p>Dengan gambar yang halus dan tajam, suara jernih, serta ketahanannya terhadap gerakan, televisi digital akan membuat orang makin nyaman menonton televisi.<br />
<br style="font-weight:bold;" /><strong>Frekuensi </strong></p>
<p>Secara teknik pita, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital adalah 1 : 6. Jadi, jika teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama (tapi menggunakan teknik multiplek) dapat memancarkan 6 &#8211; 8 kanal transmisi sekaligus, dengan program yang berbeda.</p>
<p>Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital juga ditunjang sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama, sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Produksi peralatan pengolah gambar yang baru adalah dengan menggunakan format digital.</p>
<p>Mungkin hal yang sedikit memberatkan bagi masyarakat adalah pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital. Mau tidak mau diperlukan pesawat TV digital yang baru. Jika mau lebih hemat, gunakan saja TV lama, tetapi diperlukan alat tambahan (Set Top Box) baru yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog.</p>
<p>Jangan khawatir, harga peranti tambahan ini relatif terjangkau, sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000. Jika rencana pemerintah untuk migrasi ke penyiaran digital untuk skala nasional terealisasi, pasti produk-produk Set Top Box akan menjadi lebih murah karena akan diproduksi secara massal.</p>
<p><strong>Proses Transisi</strong></p>
<p>Proses perpindahan dari teknologi analog ke digital membutuhkan sejumlah penggantian perangkat, baik dari sisi pemancarnya maupun penerima siaran. Transisi ke TV digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak.</p>
<p>Hal yang diperlukan hanya masa transisi bagi masyarakat. Masa transisi itu diperlukan untuk melindungi pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk secara pelan-pelan beralih ke teknologi TV digital, tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.</p>
<p>Manfaat utama dari penyiaran TV digital adalah dapat digunakan untuk melihat simpanan program (siaran interaktif). Aplikasi teknologi digital juga menawarkan integrasi dengan layanan interaktif seperti layanan komunikasi dua arah.</p>
<p>Televisi digital pun dapat digunakan seperti internet. Selain itu, penyiarannya bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV bergerak.</p>
<p>Kebutuhan daya pancar televisi digital juga lebih kecil, dengan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu, seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat.</p>
<p>Nah, sudah jelas bukan dengan apa yang disebut televisi digital? Kita patut bersyukur, akhirnya Indonesia punya jaringan televisi digital skala nasional.<br />
Yang perlu diperhatikan mungkin konten dan channel yang ada nantinya dapat lebih rasional, lebih mendidik, dan lebih berbudaya. Sebab, selama ini, banyak konten televisi swasta nasional dipenuhi gaya hidup irasional.</p>
<p>sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/14/80506/18/Selamat.Datang.Televisi.Digital</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=170&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/10/01/selamat-datang-siaran-televisi-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Guru dan Siswa (Baru) SMKN 1 Bansari</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/selamat-datang-guru-dan-siswa-baru-smkn-1-bansari/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/selamat-datang-guru-dan-siswa-baru-smkn-1-bansari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 08:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bansari temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[guru smk bansar]]></category>
		<category><![CDATA[SMK BANSARI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Pelajaran 2009/2010 SMK Negeri 1 Bansari telah mulai menerima siswa baru dan me;laksanakan proses belajar mengajart. Ada catatan menarik dengan diawalinya proses pendaftaran siswa baru SMK Negeri 1 Bansari. Sebagai SMK baru, menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Negeri 1 Bansari hanya punya seorang guru yang ditugasi sebagai Kepala Sekolah dan seorang Kasubag TU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=167&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun Pelajaran 2009/2010 SMK Negeri 1 Bansari telah mulai menerima siswa baru dan me;laksanakan proses belajar mengajart. Ada catatan menarik dengan diawalinya proses pendaftaran siswa baru SMK Negeri 1 Bansari.</p>
<p>Sebagai SMK baru, menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Negeri 1 Bansari hanya punya seorang guru yang ditugasi sebagai Kepala Sekolah dan seorang Kasubag TU yang dilantik Bupati Temanggung pada tanggal 1 Mei 2009. Dengan demikian sosialisasi ke sekolah=sekolah dilakukan sendirian. Beruntung beberapa anggota Tim Pendiri bersedia membantu sehingga bisa melaksanakan sosialisasi/promosi di banyak SMP/MTs. Bisa dibayangkan kalau PSB sudah mulai dan sama sekali belum ada guru bagaimana jadinya? Pikiran ini selalu menghantui kami dalam melaksanakan sosislisasi</p>
<p>Akhirnya guru-guru yang ditunggupun datang juga, ada 12 guru yang datang dengan menyerahkan SK CPNS yaitu:</p>
<ol>
<li>Mohammad Soegeng S, S.H = Pendidikan Kewarganegaraan</li>
<li>Dwiani Lindawati, S.Pd = Bahasa dan Sastra Indonesia</li>
<li>Budiman, S.Pd. Kor = Penjeaskes</li>
<li>Woro Raharjanti, S.Si = Matematika</li>
<li>Khairunisa amalia, S.Pd = Bahasa Inggris</li>
<li>Ari Nur Cahyani, S.Pd.Si + Kimia</li>
<li>Yudha Hardiyanto, S.E = Kewirausahaan</li>
<li>Erni Hastuti = Biologi</li>
<li>Priyo Nugroho S.T + Teknik Audio Video</li>
<li>Adin Hartoyo, S.Pd.T = Teknik Audio Video</li>
<li>Aprilia Palupi, S.P = Agribisnis</li>
<li>Nurul Hidayati = Agribisnis</li>
</ol>
<p>Belum habis rasa lega dengan hadrinya 12 orang guru, rasa was-was mulai menghinggapi kembali ketika sampai hari ke 3 Pendaftaran Peserta Didik Baru, baru sekitar 10 siswa yang mendaftar. Kami sempat berpikiran bahwa kam i akan gagal! Koordinasi pun dilakukakn untuk mengadapi situasi yang genting ini. Akhirnya pada saat-saat terakhir datanglah para siswa baru untuk mendaftar di SMK Negeri Bansari. Sampai saat penutupan akhirnya dengan susah payah kami mendapatkan 97 orang siswa dengan rincian 33 siswa Agribisnis dan 62 siswa Audio Video. Anehnya diantara mereka banyak yang memiliki Nilai UN yang cukup tinggi, tapi mengapa mendaftar di saat akhir?</p>
<p>Meski masih banyak hal yang harus dibenahi, namun kami merasa lega karena akhirnya SMK Negeri Bansari kini sudah dapat beroperasi dengan jumlah siswa yang  cukup ideal. Selamat Datang Siwa Baru&#8230;&#8230; Selamat Datang Bapak Ibiu Guru Baru &#8230;.. semoga kebersamaan kita dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan biaya terjangkau&#8230; amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=167&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/selamat-datang-guru-dan-siswa-baru-smkn-1-bansari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan USB (Lanjutan) SMK Bansari Selesai 100 %</title>
		<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/pembangunan-usb-lanjutan-smk-bansari-selesai-100/</link>
		<comments>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/pembangunan-usb-lanjutan-smk-bansari-selesai-100/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 07:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bansari]]></category>
		<category><![CDATA[SMK BANSARI]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[temanggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bansari.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Ahamdulillah&#8230;. akhirnya pada minggu 2 bulan Agustus 2009 pembangunan SMK Negeri 1 Bansari telah mencapai 100%. Pembangunan yang dimulai pertenngahan Maret 2009 memakan waktu kerja 20 minggu. Penyelesaian pembangunan ini sesuai target dan harapan dari tim pendirio yakni pembangunan harus selesai sebelum masuk bulan Ramadha. nPembangunan tahap II ini jauh lebih lancar daripada tahap I [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=164&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ahamdulillah&#8230;. akhirnya pada minggu 2 bulan Agustus 2009 pembangunan SMK Negeri 1 Bansari telah mencapai 100%. Pembangunan yang dimulai pertenngahan Maret 2009 memakan waktu kerja 20 minggu. Penyelesaian pembangunan ini sesuai target dan harapan dari tim pendirio yakni pembangunan harus selesai sebelum masuk bulan Ramadha. nPembangunan tahap II ini jauh lebih lancar daripada tahap I karena Tim Pendiri belajar dari pengalaman pada saat pambengunan tahap I.</p>
<p>Seperti halnya pada pembangunan tahap I, disamping membanguan hal hal pokok seperti yang tercantum dalam Rencana Pemanfaatan Anggaran, Tim Pendiri berhasil melakukan pengembangan-pengembangan. Pengembangan ini dapat terlaksana karena Tim Pendiri melakukan berbagai efisiensi tanpa mengurangi kualitas dan spek bangunan.</p>
<p>Dalam RAB , pemanfaatan anggaran meliputi:</p>
<ol>
<li>3 Ruang Teori = 189 m2</li>
<li>Kamar Mandi = 16 m2</li>
<li>Ruang Lab Dasar Teknik Elektro = 48 m2</li>
<li>Ruang Lab Area Kerja Mekanik Teknik Elektro = 48 m2</li>
<li>Ruang Praktik Audio Video = 96 m2</li>
<li>Pengadaan Perabot Ruang Teori = 1 kelas</li>
</ol>
<p>Pengembangan yang dapat dilaksanakan adalah :</p>
<ol>
<li>Kamar mandi dari 16 m2 menjadi = 21 m2</li>
<li>Pengadaan Perabot Ruang Teori = 2 kelas</li>
<li>Pengadaan Perabot Guru/TU = 20 set</li>
<li> Instalasi Air Bersih</li>
<li>Penyambungan Listrik PLN 7.800 watt</li>
<li>Teralis Lab Dasar Elektro</li>
<li>Tempat Parkir Sepeda Motor</li>
</ol>
<p>Saat ini Tim Pendiri tengah menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban yang Insya Allah akan disampaikan ke Direktorat PSMK pada Awal Oktober 2009.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1bansari.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1bansari.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1bansari.wordpress.com&amp;blog=3782545&amp;post=164&amp;subd=smkn1bansari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bansari.wordpress.com/2009/09/18/pembangunan-usb-lanjutan-smk-bansari-selesai-100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8af41ab6695b542e3280221cdffb9f9e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkn1bansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
