Selamat Datang Televisi Digital

Oktober 1, 2009 at 11:45 am Tinggalkan komentar

Bulan September ini, Pemerintah Indonesia mulai memasyarakatkan rencana penyelenggaraan televisi digital dengan melibatkan 1.500 orang dari 33 provinsi. Mereka berasal dari lembaga penyiaran, institusi terkait, dan masyarkat pemirsa
televisi. Siapkah Anda dengan televisi digital?

TELEVISI Republik Indonesia (TVRI) telah melakukan soft launching siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada 13 Agustus lalu. Ini merupakan masa percobaan televisi digital, yang akan ’’menggusur’’ keberadaan televisi analog.

Ya, era televisi analog bakal benar-benar ditinggalkan. Menkominfo pun menargetkan siaran digital dapat dilakukan secara penuh di seluruh Indonesia mulai tahun 2011, atau paling lambat 2012.

Apa sih yang dimaksud dengan televisi digital? TV digital adalah sebuah teknologi yang diterapkan pada sinyal siaran televisi. Selama ini, sinyal yang ditangkap televisi adalah sinyal analog.

Jadi yang digital bukanlah pesawat televisinya, melainkan sinyal yang mengantarkan program atau siaran yang selama ini kita tonton di televisi, yang diubah dari sinyal analog menjadi sinyal digital.

Migrasi dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dimulai di sejumlah negara maju, beberapa tahun lalu. Di Jerman, misalnya, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak 2003 di Berlin dan 2005 di Muenchen.

Saat ini hampir di seluruh kota besar di Jerman menyiarkan siaran TV digital. Prancis dan Inggris bahkan sudah mulai menghentikan total siaran TV analog.
Di Amerika Serikat, proyek siaran TV digital yang dimulai tahun ini pun memerlukan mandat dari Kongres. Jepang memulai siaran TV digital massal pada 2011.

Banyak Kelebihan

Siapkah masyarakat Indonesia menyongsong era televisi digital? Sebenarnya tidak ada yang perlu kita khawatirkan dengan kehadiran teknologi baru ini. Kehadirannya justru memberikan banyak kelebihan dan keuntungan bagi pelanggan.

Apa saja keunggulannya? Dibandingkan dengan sinyal analog, sinyal digital dapat menghasilkan gambar yang lebih halus dan tajam. Desain dan implementasi sistem ini terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar.
TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Untuk itulah diperlukan kanal dengan laju tinggi.

Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, meski pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, sistem ini juga bisa mengurangi efek noise secara drastis, kemudahan untuk diperbaiki (recovery) pada penerima dengan kode koreksi error (error correction code), serta dapat mengurangi efek doppler akibat pergerakan di TV yang bergerak seperti di mobil, bus, kereta atau telepon selular.

Keunggulan lainnya, sinyal digital ini dapat menampung program atau siaran dalam satu kemasan. Sebab, sifat sinyal digital yang less bandwith atau irit pemakaian bandwith.

Dengan gambar yang halus dan tajam, suara jernih, serta ketahanannya terhadap gerakan, televisi digital akan membuat orang makin nyaman menonton televisi.

Frekuensi

Secara teknik pita, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital adalah 1 : 6. Jadi, jika teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama (tapi menggunakan teknik multiplek) dapat memancarkan 6 – 8 kanal transmisi sekaligus, dengan program yang berbeda.

Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital juga ditunjang sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama, sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Produksi peralatan pengolah gambar yang baru adalah dengan menggunakan format digital.

Mungkin hal yang sedikit memberatkan bagi masyarakat adalah pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital. Mau tidak mau diperlukan pesawat TV digital yang baru. Jika mau lebih hemat, gunakan saja TV lama, tetapi diperlukan alat tambahan (Set Top Box) baru yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog.

Jangan khawatir, harga peranti tambahan ini relatif terjangkau, sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000. Jika rencana pemerintah untuk migrasi ke penyiaran digital untuk skala nasional terealisasi, pasti produk-produk Set Top Box akan menjadi lebih murah karena akan diproduksi secara massal.

Proses Transisi

Proses perpindahan dari teknologi analog ke digital membutuhkan sejumlah penggantian perangkat, baik dari sisi pemancarnya maupun penerima siaran. Transisi ke TV digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak.

Hal yang diperlukan hanya masa transisi bagi masyarakat. Masa transisi itu diperlukan untuk melindungi pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk secara pelan-pelan beralih ke teknologi TV digital, tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.

Manfaat utama dari penyiaran TV digital adalah dapat digunakan untuk melihat simpanan program (siaran interaktif). Aplikasi teknologi digital juga menawarkan integrasi dengan layanan interaktif seperti layanan komunikasi dua arah.

Televisi digital pun dapat digunakan seperti internet. Selain itu, penyiarannya bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV bergerak.

Kebutuhan daya pancar televisi digital juga lebih kecil, dengan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu, seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat.

Nah, sudah jelas bukan dengan apa yang disebut televisi digital? Kita patut bersyukur, akhirnya Indonesia punya jaringan televisi digital skala nasional.
Yang perlu diperhatikan mungkin konten dan channel yang ada nantinya dapat lebih rasional, lebih mendidik, dan lebih berbudaya. Sebab, selama ini, banyak konten televisi swasta nasional dipenuhi gaya hidup irasional.

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/14/80506/18/Selamat.Datang.Televisi.Digital

Entry filed under: Berita. Tags: , , .

Selamat Datang Guru dan Siswa (Baru) SMKN 1 Bansari Manajemen Bimbingan Konseling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 80,489 hits

%d blogger menyukai ini: